Rabu, Oktober 14, 2026

Bupati Madina Tinjau Dampak Longsor di Simpang Pining

Must Read

Sidimpuanpos.com – Desa Simpang Pining, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, sempat terisolasi total selama dua hari akibat bencana longsor yang menutup akses jalan utama menuju wilayah tersebut, Kamis (11/12/2025).

Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup badan jalan, menghambat aktivitas warga dan distribusi logistik.

Upaya pembersihan material longsor sempat terkendala karena di sejumlah titik, khususnya di Desa Patahajang, badan jalan mengalami amblas sehingga alat berat sulit menjangkau lokasi. Akibatnya, pembukaan akses berlangsung lebih lama.

Baca Juga : Antrean BBM di Padangsidimpuan Masih Mengular

Selama masa isolasi, warga membatasi aktivitas dan mengandalkan persediaan bahan pokok yang ada. Akses layanan kesehatan dan pendidikan juga terganggu karena jalur transportasi tidak dapat dilalui kendaraan.

Setelah penanganan darurat, akses menuju Desa Simpang Pining akhirnya dibuka kembali. Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution turun langsung ke lokasi untuk meninjau dampak bencana dan kondisi infrastruktur pasca-isolasi.

“Baru dua hari terakhir ini akses menuju Desa Simpang Pining kembali terbuka. Kedatangan kami ke lokasi untuk melihat secara langsung kerusakan infrastruktur yang terdampak bencana, sekaligus memastikan penanganan awal sudah berjalan,” ujar Saipullah.

Hasil pendataan sementara mencatat dua titik jalan amblas, tiga titik longsor menutup badan jalan, serta kerusakan saluran irigasi. Sekitar 20 hektare lahan persawahan dilaporkan hanyut, dan dua bangunan mushalla mengalami kerusakan berat.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas PUPR melakukan penanganan darurat, termasuk pemasangan bronjong di titik rawan untuk mencegah longsor susulan. Penanganan jalan amblas didukung bantuan dana dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Lihat Juga : Banjir Aceh Tamiang, USU Kirim Bantuan Kemanusiaan

“Ada bantuan dana dari Gubernur Sumatera Utara. Walaupun tidak besar, dana tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk membeli bronjong sebagai langkah pengamanan dini di titik-titik rawan,” ungkapnya.

Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait verifikasi data kerusakan oleh Kemendagri yang akan diusulkan untuk mendapatkan dukungan penanganan bencana.

Pemerintah berharap pemulihan infrastruktur, pertanian, dan fasilitas ibadah dapat segera dilakukan agar aktivitas masyarakat kembali normal. (SW)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This