Kamis, Oktober 15, 2026

‎Candi Bahal, Jejak Peradaban Buddha Vajrayana di Padang Lawas Utara

Must Read

‎Sidimpuanpos.com – Candi Bahal yang juga dikenal sebagai Biaro Bahal atau Candi Portibi merupakan kompleks candi Buddha aliran Vajrayana yang terletak di Desa Bahal, Kecamatan Padang Bolak (Portibi), Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara.
‎
‎
Situs bersejarah ini berada sekitar tiga jam perjalanan dari Kota Padangsidimpuan atau kurang lebih 400 kilometer dari Kota Medan.
‎
‎Candi Bahal terbuat dari bata merah dan diduga berasal dari sekitar abad ke-11. Situs ini dikaitkan dengan Kerajaan Pannai, salah satu pelabuhan di pesisir Selat Malaka yang pernah ditaklukkan dan menjadi bagian dari mandala Sriwijaya.

Kompleks ini terdiri dari tiga bangunan utama, yakni Biaro Bahal I, II, dan III yang saling berhubungan dalam satu garis lurus.

Baca Juga : Kasus Dugaan Pencurian di Pasar Sibuhuan Dilaporkan ke Polisi
‎
‎Biaro Bahal I merupakan bangunan terbesar. Pada bagian kakinya terdapat hiasan papan-papan berukir tokoh yaksa berkepala hewan yang digambarkan sedang menari. Para tokoh tersebut diduga mengenakan topeng hewani seperti yang digunakan dalam upacara di Tibet. Di antara ukiran tersebut juga terdapat relief singa dalam posisi duduk.
‎
‎Di Biaro Bahal II pernah ditemukan Arca Heruka, arca demonis yang mewujudkan tokoh dalam pantheon Agama Buddha aliran Mahayana, sekte Vajrayana atau Tantrayana. Arca tersebut digambarkan berdiri di atas jenazah dalam sikap menari dan memegang tongkat di tangan kanan. Sementara itu, Biaro Bahal III dihiasi dengan ukiran motif daun.
‎
‎Sebagai salah satu peninggalan sejarah dan purbakala di Sumatera Utara, Candi Bahal menjadi bagian penting dalam pelestarian budaya yang berada di bawah perhatian Balai Pelestarian Peninggalan Sejarah dan Purbakala wilayah NAD dan Sumut.
‎
‎Salah seorang warga Paluta, Dede (24) menyampaikan bahwa Candi Bahal merupakan kebanggaan masyarakat setempat.

Lihat Juga : Gerakan Pangan Murah Padangsidimpuan Jaga Stabilitas Harga
‎
‎”Candi Bahal ini aset sejarah yang sangat berharga bagi Paluta. Kami berharap pemerintah terus menjaga dan mempromosikannya agar semakin dikenal luas dan bisa meningkatkan kunjungan wisata,” ujarnya.
‎
‎Keberadaan Candi Bahal tidak hanya menjadi bukti kejayaan masa lampau, tetapi juga berpotensi besar sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya di Kabupaten Padang Lawas Utara.(Fazry)
‎

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This