Sidimpuanpos.com – Sejak pagi, langkah-langkah pelajar berseragam putih abu-abu dan hijau khas sekolah kejuruan silih berganti memasuki Bank BNI Cabang Padangsidimpuan. Di tangan mereka, tergenggam kartu ATM dan buku tabungan. Senyum tipis, raut cemas, hingga tatapan penuh harap bercampur dalam satu antrean yang tidak terlalu ramai.
Kabar yang dinanti akhirnya menjadi nyata. Bantuan dana Program Indonesia Pintar (PIP) dilaporkan mulai cair sejak Senin (23/02/2026). Sejumlah siswa dari SMA Kesuma Indah dan SMK Pertanian Kota Padangsidimpuan tampak mendatangi bank untuk memastikan kabar tersebut.
Di sudut ruang ATM, beberapa siswa terlihat berulang kali menekan tombol mesin, memeriksa saldo dengan penuh rasa penasaran. Ada yang terdiam sejenak sebelum akhirnya tersenyum lega, ada pula yang langsung mengabarkan hasilnya kepada teman di sampingnya.
Baca Juga : Safari Ramadhan, Wabup Palas Bantu Anak Yatim dan Dhuafa
“Awalnya saya iseng cek ke ATM pagi tadi karena dengar kabar dari teman kalau PIP sudah ada yang masuk. Ternyata pas cek saldo, puji Tuhan sudah cair. Langsung saya ambil untuk beli perlengkapan sekolah yang sudah mulai habis. Senang sekali rasanya bantuan ini datang di waktu yang pas,” ujar salah satu siswa SMA Kesuma Indah dengan wajah sumringah.
Bagi para pelajar, dana PIP bukan sekadar angka di rekening. Bantuan itu menjadi harapan untuk membeli perlengkapan sekolah, membayar kebutuhan belajar, hingga meringankan beban orang tua. Tak heran, ekspresi lega dan bahagia begitu mudah terbaca dari wajah-wajah muda tersebut.
Meski pencairan telah berlangsung sejak sehari sebelumnya, suasana bank terpantau masih landai. Belum seluruh siswa mengetahui secara pasti apakah bantuan mereka telah masuk. Sebagian memilih menunggu informasi resmi, sementara lainnya aktif melakukan pengecekan mandiri.
Lihat Juga : Safari Ramadhan, Bupati Padang Lawas Serap Aspirasi Warga
Pihak sekolah pun mengimbau siswa yang terdaftar sebagai penerima PIP agar segera memeriksa rekening masing-masing atau berkoordinasi dengan operator sekolah. Dana bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara bijak untuk menunjang kebutuhan pendidikan.
Di tengah aktivitas perbankan yang berjalan seperti biasa, hari itu terasa berbeda. Bagi sebagian pelajar, bunyi mesin ATM yang mengonfirmasi saldo bukan sekadar transaksi, melainkan penanda kecil bahwa harapan untuk terus bersekolah masih terjaga.(Dani)


