Sidimpuanpos.com – Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada) Padangsidimpuan terus membangun dan memperluas kerja sama dengan berbagai lembaga yang memiliki peran strategis di tengah masyarakat, Padangsidimpuan, 15 September 2026.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara FDIK UIN Syahada Padangsidimpuan dengan Rehabilitasi Narkoba Amelia Sumatera Utara Cabang Kota Padangsidimpuan.
Penandatanganan Nota Kesepahaman dilaksanakan di Ruang Kerja Dekan FDIK UIN Syahada Padangsidimpuan. Kerja sama ini menjadi langkah untuk mempertemukan kekuatan akademik perguruan tinggi dengan pengalaman praktis lembaga rehabilitasi dalam menangani berbagai persoalan sosial, khususnya penyalahgunaan narkoba di masyarakat.
Melalui kerja sama tersebut, Nota Kesepahaman diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen formal, tetapi dapat dilanjutkan dengan berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, kedua institusi, mitra, maupun masyarakat.
Baca Juga: Siang hingga Dini Hari, Satgas Karhutla Lanud Sjamsudin Noor Terus Padamkan Api di Lahan Gambut
Dalam kegiatan tersebut, Dekan FDIK didampingi Dr. Icol Dianto, M.Kom.I, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama; Sukerman, S.Ag, Kepala Bagian Tata Usaha FDIK; Fithri Choirunnisa Siregar, M.Psi, Kepala Laboratorium FDIK; Nurintan Muliani Harahap, M.A, Ketua Program Studi Bimbingan Konseling Islam; serta H. Maraondak Harahap, M.A, Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda pada FDIK.
Dari pihak Rehabilitasi Narkoba Amelia Sumatera Utara Cabang Kota Padangsidimpuan hadir Sarwan Perangin-angin, S.T., M.H., selaku Pimpinan lembaga, bersama Anggi Kartika Nst, S.E., M.E., selaku Pengelola.
Pimpinan Rehabilitasi Narkoba Amelia Sumatera Utara Cabang Kota Padangsidimpuan, Sarwan Perangin-angin, S.T., M.H., mengapresiasi terjalinnya Nota Kesepahaman dengan FDIK UIN Syahada Padangsidimpuan.
Menurutnya, kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga rehabilitasi memiliki nilai strategis karena dapat menggabungkan pengalaman praktis di lapangan dengan kekuatan akademik yang dimiliki perguruan tinggi.
Kolaborasi tersebut diharapkan memberikan manfaat yang luas, terutama dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus memperkuat upaya penanganan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa di lingkungan rehabilitasi dapat menjadi pengalaman berharga untuk memahami secara langsung proses pendampingan dan rehabilitasi. Sementara itu, kehadiran akademisi dan mahasiswa juga diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi lembaga dalam mengembangkan program edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Kerja sama ini mencakup sejumlah bidang yang berkaitan dengan pengembangan kapasitas mahasiswa. Salah satunya melalui pelaksanaan magang dan praktik lapangan.
Dengan adanya program tersebut, mahasiswa diharapkan mendapatkan pengalaman langsung di lapangan sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh selama mengikuti pembelajaran di kampus.
Selain magang dan praktik lapangan, Nota Kesepahaman juga mencakup pengembangan kompetensi mahasiswa. Melalui kerja sama ini, mahasiswa dapat meningkatkan keterampilan profesional, kemampuan komunikasi dan pendampingan, serta pemahaman mengenai berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
Kedua pihak juga membuka peluang kolaborasi dalam penelitian dan penulisan karya ilmiah. Sinergi antara akademisi dan praktisi diharapkan dapat menghasilkan kajian yang lebih kontekstual sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan pengetahuan.
Lihat Juga: Kerja Sama Diperpanjang, Seluruh Anggota PWI Sumut Dapat Perlindungan Asuransi dan Beasiswa Anak
Kajian tersebut khususnya berkaitan dengan isu rehabilitasi, pendampingan, bimbingan dan konseling, komunikasi, serta berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
Selain itu, kerja sama diarahkan pada pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Program tersebut dapat menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan edukasi, pencegahan, pendampingan, serta penguatan masyarakat.
Dekan FDIK, Dr. Lis Yulianti Syafrida Siregar, S.Psi., M.A., turut mengapresiasi terjalinnya Nota Kesepahaman tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan lembaga yang memiliki pengalaman langsung di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat relevansi pendidikan tinggi.
Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh ruang belajar yang lebih luas, tidak hanya melalui teori di ruang perkuliahan, tetapi juga dari pengalaman dan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Kerja sama ini hendaknya tidak berhenti pada penandatanganan Nota Kesepahaman, tetapi harus ditindaklanjuti melalui program-program yang konkret dan berkelanjutan, terutama yang memberikan manfaat bagi pengembangan kompetensi mahasiswa dan masyarakat,” demikian semangat yang dibangun dalam kerja sama tersebut.
Kolaborasi FDIK UIN Syahada Padangsidimpuan dengan Rehabilitasi Narkoba Amelia Sumatera Utara Cabang Kota Padangsidimpuan menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam merespons persoalan sosial yang ada di masyarakat.
Dengan adanya program magang, praktik lapangan, penelitian, pengembangan kompetensi dan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi dunia profesional sekaligus memiliki kepekaan sosial.
Kerja sama ini juga memperkuat komitmen FDIK UIN Syahada Padangsidimpuan dalam membangun jejaring kemitraan yang produktif, mengembangkan pembelajaran berbasis pengalaman, serta menghadirkan kontribusi bagi masyarakat.
Melalui sinergi antara kampus dan lembaga rehabilitasi, FDIK UIN Syahada Padangsidimpuan berharap dapat membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kompeten, peduli, responsif, dan mampu berkontribusi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. (Galeh)


