Rabu, Oktober 14, 2026

Gerakan Tanam Bawang Merah Dorong Pemulihan Ekonomi Huntara Sipirok

Must Read

Sidimpuanpos.com – Kawasan Hunian Sementara (Huntara) Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), menjadi saksi dimulainya babak baru pemulihan ekonomi warga terdampak bencana. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggelar Gerakan Tanam Perdana Bawang Merah, Selasa (4/8/2026).

Program kolaboratif ini digagas sebagai upaya konkret mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga mewakili Bupati H. Gus Irawan Pasaribu, Camat Sipirok, unsur Forkopimcam, penyuluh pertanian lapangan (PPL), Kepala Desa, Ketua Kelompok Tani Huntara Maju, serta warga Huntara Aek Latong.

Dalam sambutannya, Jafar Syahbuddin Ritonga menyampaikan permohonan maaf Bupati Gus Irawan Pasaribu yang berhalangan hadir karena harus menjalankan agenda pemerintahan lainnya.

Baca Juga : Bupati Padang Lawas Lepas Dua Paskibraka 2026 ke Tingkat Provinsi

Ia menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Tapsel, mengingat sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari sektor ini.

“Melalui berbagai program pertanian, kami ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan bawang merah menjadi salah satu pilihan karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek pasar yang menjanjikan,” ujarnya.

Jafar memastikan, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan kepada kelompok tani, mulai dari penyediaan benih, sarana produksi pertanian, hingga pendampingan teknis agar hasil panen semakin optimal.

Tak hanya bawang merah, Pemkab Tapsel juga melihat kawasan Huntara Aek Latong memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas kopi. Bahkan, pemerintah berencana menghadirkan tenaga ahli guna mendukung budidaya sekaligus membuka peluang pemasaran hingga ke pasar internasional.

“Saat ini kami juga sedang menjajaki peluang ekspor kopi Tapsel ke pasar luar negeri, termasuk Tiongkok. Ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia turut mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai program pemerintah, seperti KUR Berkah berbunga nol persen serta skema pembiayaan lainnya, guna memperkuat usaha pertanian warga.

“Melalui Gerakan Tanam Perdana Bawang Merah ini, Pemkab Tapsel bersama Pemerintah Provinsi Sumut berharap kawasan Huntara Aek Latong tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara bagi warga terdampak bencana, tetapi juga berkembang menjadi sentra pertanian produktif yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, serta mempercepat pemulihan ekonomi daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapsel Taufik Batubara menjelaskan, bawang merah merupakan komoditas strategis yang tidak hanya bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga berperan penting dalam pengendalian inflasi daerah.

Ia menyebut, bantuan yang diberikan kepada Kelompok Tani Huntara Maju bukan hanya berupa benih bawang merah, melainkan juga pupuk organik serta pendampingan intensif dari penyuluh pertanian.

Berdasarkan analisis usaha tani, kata Taufik, budidaya bawang merah memiliki prospek keuntungan yang sangat menjanjikan. Dengan modal sekitar Rp100 juta hingga Rp110 juta per hektare, petani berpotensi menghasilkan sekitar 10 ton bawang merah dalam satu musim tanam yang berlangsung selama dua hingga tiga bulan. Dengan asumsi harga jual Rp30 ribu per kilogram, pendapatan yang bisa diraih diperkirakan mencapai Rp300 juta per hektare.

“Keberhasilan budidaya bawang merah sangat ditentukan oleh perawatan yang intensif, mulai dari penyiraman, pemupukan hingga pengendalian hama. Seluruh proses tersebut akan terus didampingi oleh penyuluh pertanian,” jelasnya.

Lihat Juga : Tari Nusantara Semarakkan HUT RI ke-81 di Palas

Ketua Kelompok Tani Huntara Maju, Samson Bahasar Hutagalung, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Pemkab Tapsel terhadap masyarakat Huntara Aek Latong. Ia berharap dukungan pemerintah dapat terus berlanjut, terutama dalam penyediaan pompa air, pupuk, obat-obatan, benih hortikultura, serta berbagai sarana produksi pertanian lainnya.

Usai kegiatan tanam perdana, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Tapsel, Sarietta Pasaribu, menuturkan bahwa program ini bukan sekadar penyaluran bantuan benih, melainkan juga upaya membangun kapasitas petani dalam menerapkan budidaya bawang merah yang baik dan benar.

“Kami akan mendampingi mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga panen,” ujarnya.

Ia berharap, keberhasilan tanam perdana ini dapat menjadi percontohan bagi kelompok tani lainnya di Tapsel, sehingga pengembangan bawang merah semakin meluas, mampu memenuhi kebutuhan daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.(Galeh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This