Sidimpuanpos.com – Semangat membangun sektor pertanian kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) melalui pelaksanaan tanam perdana jagung di lahan Kelompok Wanita Tani (KWT) Pardamean, Dusun Ujung Padang, Desa Nanggar Jati, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapsel, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan 10.000 Hektare Jagung yang digagas Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani di daerah tersebut.
Acara tanam perdana ini dihadiri Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga yang mewakili Bupati Gus Irawan Pasaribu, Plt Kadis Pertanian Tapsel Taufik Batubara, Ketua KTNA Tapsel, jajaran penyuluh pertanian, Kepala Desa Nanggar Jati Sarwan Halomoan, tokoh masyarakat, kelompok tani, mahasiswa UIN Syahada Padangsidimpuan yang sedang menjalani praktik lapangan, serta warga setempat.
Baca Juga : Gerakan Tanam Bawang Merah Dorong Pemulihan Ekonomi Huntara Sipirok
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi prioritas pembangunan daerah, mengingat lebih dari 75 persen masyarakat Tapsel menggantungkan hidup dari sektor ini.
“Visi dan misi kami bersama Bupati Gus Irawan Pasaribu menempatkan peningkatan pendapatan masyarakat melalui sektor pertanian sebagai prioritas,” ujar Jafar.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus berupaya memenuhi kebutuhan petani melalui pembangunan infrastruktur pertanian, perbaikan jaringan irigasi, hingga memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi. Beberapa waktu lalu, dirinya bahkan telah bertemu langsung dengan manajemen PT Pupuk Indonesia di Medan untuk memastikan stok pupuk bagi petani Tapsel tetap terjaga.
“Saya meminta agar jangan sampai petani kita kekurangan pupuk. Saat ini stok pupuk urea di gudang Sidimpuan mencapai sekitar 800 ton. Kami juga mendorong penambahan kios dan distributor pupuk di setiap kecamatan agar kebutuhan petani mudah terpenuhi,” katanya.
Selain menjamin ketersediaan sarana produksi, pemerintah daerah turut mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam komoditas bernilai ekonomi tinggi, seperti jagung dan kopi. Wakil Bupati mengungkapkan, Pemkab Tapsel saat ini juga tengah menjajaki kerja sama dengan investor guna memperluas pemasaran kopi petani hingga ke pasar internasional, termasuk Tiongkok.
“Kuncinya adalah keaktifan masyarakat. Tanam apa saja yang memiliki nilai ekonomi. Pemerintah akan hadir melalui dukungan pembiayaan, penyediaan pupuk, benih, hingga membuka akses pasar bagi hasil pertanian masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Tapsel Taufik Batubara menyampaikan, Kecamatan Arse memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, hingga peternakan. Ia menyebut, potensi lahan jagung di kecamatan tersebut mencapai lebih dari 2.000 hektare, menjadikannya salah satu wilayah andalan dalam menyukseskan Gerakan 10.000 Hektare Jagung.
Menurut Taufik, pemerintah daerah juga telah mengintegrasikan berbagai program pendukung, mulai dari bantuan benih, pembiayaan melalui KUR Berkah berbunga rendah, hingga pengembangan komoditas kopi sebagai strategi meningkatkan pendapatan petani.
“Kami optimistis Kecamatan Arse mampu menjadi salah satu sentra produksi jagung dan kopi di Tapsel. Potensi lahannya sangat besar dan didukung sumber daya masyarakat yang aktif dalam sektor pertanian,” ujarnya.
Lihat Juga : Bupati Padang Lawas Lepas Dua Paskibraka 2026 ke Tingkat Provinsi
Pada kesempatan yang sama, Camat Arse Partahian menyampaikan dukungan penuh masyarakat terhadap program pemerintah daerah ini. Ia mengungkapkan, terdapat sekitar 1.280 hektare Areal Penggunaan Lain (APL) di Desa Nanggar Jati, Desa Pinagar, dan Kelurahan Arse Nauli yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan pertanian, apabila didukung pembangunan akses jalan dan jembatan yang memadai.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Nanggar Jati, Sarwan Halomoan, yang menegaskan kesiapan masyarakat menyediakan lahan guna mendukung pengembangan program tanam jagung di wilayahnya.
“Melalui gerakan ini, Pemkab Tapsel berharap produksi jagung terus meningkat, ketahanan pangan daerah semakin kuat, lapangan kerja di sektor pertanian bertambah, serta kesejahteraan petani di seluruh wilayah Tapsel semakin meningkat,” pungkasnya.(Galeh)


