Sidimpuanpos.com – Harapan untuk segera memiliki rumah yang layak mulai dirasakan warga terdampak bencana yang masih menghuni Hunian Sementara (Huntara) Simatohir, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kepastian itu semakin menguat setelah Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana, Letjen TNI Richard Tampubolon, meninjau langsung lokasi tersebut, Selasa (14/7/2026), guna memastikan percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap).
Kunjungan itu disambut Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil Siregar, unsur Forkopimda, perwakilan kementerian, BNPB, TNI-Polri, organisasi perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta warga penghuni Huntara.
Baca Juga : Lima Mahasiswa UIN Syahada Raih Medali di SeIBa 2026
Richard Tampubolon menjelaskan, peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan sesuai rencana, terutama bagi masyarakat yang hingga kini masih tinggal di hunian sementara.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, sebanyak 214 kepala keluarga akan direlokasi ke kawasan Huntap yang sedang dipersiapkan di lahan seluas sekitar 2,5 hektare. Kawasan tersebut akan dilengkapi jalan, jaringan listrik, air bersih, serta fasilitas umum dengan total pembangunan 227 unit rumah.
Ia mengapresiasi Yayasan Buddha Tzu Chi yang dipercaya sebagai pelaksana pembangunan Huntap. Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat agar warga segera memiliki tempat tinggal yang aman sekaligus kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik.
Mewakili Bupati Tapanuli Selatan, Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat melalui Satgas PRR. Ia menegaskan Pemkab Tapanuli Selatan berkomitmen mendukung percepatan pembangunan Huntap yang diprioritaskan bagi warga terdampak dari Desa Simatohir, Kecamatan Angkola Sangkunur, dan Dusun Lobu Uhom, Desa Panobasan Lombang, Kecamatan Angkola Barat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil Siregar menjelaskan kawasan Simatohir merupakan satu dari lima lokasi relokasi terpusat pascabencana di Tapanuli Selatan. Saat ini telah tersedia 135 unit Huntara yang dibangun BNPB, sedangkan pembangunan Huntap akan dilakukan secara bertahap, terdiri dari 118 unit di lokasi A dan 96 unit di lokasi C untuk menampung 214 kepala keluarga.
Lihat Juga : Groundbreaking Huntap, Harapan Baru Korban Bencana di Padangsidimpuan
Menurutnya, proses legalitas lahan melalui pelepasan Hak Guna Usaha (HGU) masih menjadi salah satu kendala. Namun, lahan pembangunan telah dipersiapkan dan pembangunan fisik oleh Yayasan Buddha Tzu Chi diharapkan segera dimulai.
Usai meninjau kawasan Huntara dan lokasi pembangunan Huntap, Letjen TNI Richard Tampubolon bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Jembatan Garoga yang rusak akibat banjir bandang pada akhir November 2025 sebagai bagian dari evaluasi percepatan rehabilitasi infrastruktur di Kabupaten Tapanuli Selatan.(Galeh)


