Sidimpuanpos.com – Kondisi infrastruktur di Jalan Mawar, tepatnya di area depan masjid yang menjadi akses utama penghubung Ujung Padang dan Kampung Jawa, kini menuai keluhan dari pengguna jalan.
Berbeda dengan jalan rusak pada umumnya yang identik dengan lubang, ruas jalan ini justru mengalami keretakan parah dengan material aspal yang mencuat ke atas (timbul).
Kondisi permukaan jalan yang tidak rata dan bergelombang ini menciptakan guncangan hebat bagi kendaraan yang melintas, bahkan berisiko menyebabkan pengendara hilang kendali jika tidak dalam kecepatan rendah.
Baca Juga : Pererat Silaturahmi, Bupati Paluta Gelar Safari Ramadan di Batugana
Kerusakan aspal yang timbul ke atas ini sering kali tidak terlihat dari kejauhan, terutama saat pencahayaan minim, sehingga banyak pengendara yang terkejut saat menghantam gundukan aspal tersebut.
​”Kalau lubang mungkin kita bisa lihat dan hindari, tapi kalau aspal naik begini, dari jauh kelihatan rata. Begitu dilewati, motor langsung ‘terbang’ atau oleng. Ini sangat bahaya, apalagi posisinya tepat di depan masjid di mana banyak orang tua dan anak-anak yang menyeberang untuk salat,” ujar Mansyur selaku warga yang sering melintas di daerah sana.
Jalan Mawar merupakan jalur alternatif yang sangat padat karena menghubungkan dua wilayah besar, Ujung Padang dan Kampung Jawa.
Ketidaknyamanan ini dirasakan langsung oleh warga yang setiap hari harus melintasi jalur tersebut.
Lihat Juga : Ustadz Raja Ritonga Ajak Jamaah Raih Rahmat Ramadhan
Masyarakat berharap adanya pengaspalan ulang atau perataan jalan (scrapping) di titik-titik yang mencuat tersebut.
Sebagai jalur penghubung penting, kelancaran dan keamanan di Jalan Mawar menjadi kunci mobilitas warga antara Ujung Padang dan Kampung Jawa agar aktivitas ekonomi maupun ibadah tidak terganggu.(Dani)


