Kamis, Oktober 15, 2026

Jembatan Enang-Enang Segera Diperbaiki, Akses Warga Kembali Aman

Must Read

Sidimpuanpos.com – Harapan masyarakat Kampung Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, untuk kembali memiliki akses yang aman akhirnya menemukan titik terang. Setelah melalui proses dialog, pembangunan infrastruktur yang terdampak bencana, termasuk penanganan Jembatan Enang-Enang, dipastikan segera dimulai.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Satgas PRR) berhasil menjembatani perbedaan pandangan antara masyarakat dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mengenai penanganan jembatan yang rusak akibat longsor.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, turun langsung ke lokasi pada Selasa (7/7/2026) untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memediasi kedua pihak agar tercapai solusi yang mengutamakan keselamatan warga tanpa mengabaikan kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Baca Juga : Lima Ambulans Perkuat Layanan Kesehatan Pascabencana di Sumatera

Menurut Tito, BPJN Aceh sebelumnya menilai Jembatan Enang-Enang sudah tidak layak dilintasi karena salah satu sisinya amblas sekitar tiga meter akibat longsor. Kondisi tanah yang labil membuat struktur jembatan miring sehingga berisiko membahayakan pengguna.

“BPJN tidak ingin mengambil risiko karena kondisi tanah di lokasi sangat labil,” ujar Tito.

Di sisi lain, masyarakat berharap jembatan tetap dapat digunakan karena jalur alternatif dinilai lebih jauh dan berpotensi menambah biaya transportasi. Warga bahkan bergotong royong memperbaiki bagian akses yang amblas agar kendaraan masih bisa melintas.

Melalui proses mediasi, akhirnya disepakati solusi bertahap. Dalam waktu dekat, struktur Jembatan Enang-Enang akan diperkuat sehingga masih dapat digunakan secara terbatas. Kendaraan berat dilarang melintas, sementara pejalan kaki, sepeda motor, dan kendaraan roda empat tetap diperbolehkan menggunakan jembatan dengan pengawasan.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah akan membangun jembatan baru di sekitar lokasi jembatan lama. Selain itu, jalan alternatif Simpang Wer Lah juga akan ditingkatkan melalui pelebaran dari empat menjadi enam meter serta pembangunan jembatan permanen agar dapat dilalui kendaraan besar.

“Saya datang untuk melihat langsung dan memediasi. Hasilnya, jembatan lama diperkuat dengan pembatasan kendaraan, sementara jembatan baru dan akses alternatif juga akan dibangun. Itulah solusi yang disepakati,” jelas Tito.

Lihat Juga : Kantah Padangsidimpuan Perkuat Kepastian Hukum Tanah Wakaf

Seluruh pekerjaan penguatan maupun pembangunan infrastruktur ditargetkan mulai dikerjakan pada Juli 2026 oleh Kementerian Pekerjaan Umum bersama instansi terkait. Satgas PRR akan terus mengawal pelaksanaannya agar pemulihan akses transportasi, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat di Bener Meriah dapat berlangsung lebih aman dan berkelanjutan.

Tito menegaskan, perbedaan pendapat yang sempat muncul bukan berarti pemerintah mengabaikan masyarakat, melainkan bagian dari proses mencari solusi terbaik yang mengutamakan keselamatan semua pihak.

Sumber :Satgas PRR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This