Kamis, Oktober 15, 2026

Kajian Ramadan di Al-Abror Gugah Kepedulian Sosial

Must Read

Sidimpuanpos.com – Suasana Masjid Raya Al-Abror Kota Padangsidimpuan tampak lebih hidup dari biasanya pada Selasa siang (10/3/2026). Memasuki sepuluh hari kedua Ramadan 1447 Hijriah, jamaah dari berbagai kalangan memadati masjid untuk mengikuti kajian Ba’da Dzuhur yang rutin digelar selama bulan suci.

Di tengah suasana yang khusyuk, Ustadz H. Ahmad Siddiq Nasution, Lc., M.A., menyampaikan tausiyah bertema “Kepedulian kepada Fakir Miskin.” Tema tersebut terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari jamaah yang hadir.

Dalam ceramahnya, Ustadz Ahmad Siddiq mengingatkan bahwa kesempurnaan ibadah puasa tidak hanya diukur dari hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga dari kepedulian terhadap sesama.

Baca Juga : Menteri PU Serahkan Huntara untuk Warga Terdampak Bencana di Tapsel

Ia menjelaskan bahwa rasa lapar yang dirasakan saat berpuasa sejatinya menjadi pengingat bagi setiap Muslim tentang penderitaan orang-orang yang hidup dalam kekurangan.

“Lapar yang kita rasakan saat ini akan berakhir saat bedug maghrib bertalu. Namun, bagi saudara-saudara kita yang fakir dan miskin, lapar bisa jadi adalah teman setia mereka setiap hari. Ramadhan adalah momentum untuk meruntuhkan dinding egoisme dan memperbanyak tangan di bawah untuk menolong mereka,” jelas Ustadz Ahmad Siddiq dengan penuh penekanan.

Menurutnya, dalam setiap harta yang dimiliki seseorang terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan melalui zakat, infak, maupun sedekah.

Pesan tersebut terasa membekas bagi para jamaah. Banyak di antara mereka tampak terdiam dan merenung selama tausiyah berlangsung.

Dahlan (47), seorang wiraswasta yang mengikuti kajian, mengaku ceramah tersebut menjadi pengingat baginya untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Penyampaian Ustadz Ahmad Siddiq tadi sangat masuk ke hati. Kadang kita sibuk dengan menu buka puasa yang mewah, sementara mungkin ada tetangga kita yang hanya makan seadanya. Pulang dari sini, saya berniat untuk lebih memperhatikan warga di sekitar rumah yang kurang beruntung,” tuturnya.

Hal serupa juga dirasakan Rahma (33), seorang ibu rumah tangga yang datang bersama beberapa jamaah lainnya. Ia mengaku terinspirasi untuk menanamkan nilai kepedulian kepada anak-anaknya.

Lihat Juga : Antrean BBM Mengular, Tarif Angkot Padangsidimpuan Tetap Normal

“Tadi dibilang kalau peduli fakir miskin itu bukan soal seberapa banyak yang diberi, tapi ketulusan. Saya jadi ingin mengajak anak-anak saya untuk ikut membagikan paket sembako kecil-kecilan nanti sore, supaya mereka punya rasa empati sejak dini,” ungkapnya.

Kajian kemudian ditutup dengan doa bersama agar masyarakat Kota Padangsidimpuan senantiasa dilimpahi keberkahan dan dijauhkan dari sifat kikir.

Usai kegiatan, suasana masjid terasa hangat. Para jamaah saling bersalaman dan berbincang ringan sebelum kembali ke aktivitas masing-masing. Dari masjid itu, mereka membawa pulang bukan hanya ilmu agama, tetapi juga semangat baru untuk berbagi dan lebih peduli kepada sesama di bulan Ramadan.(Dani)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This