Sidimpuanpos.com – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memberikan layanan perlindungan, bantuan, dan penguatan kesiapsiagaan risiko usaha bagi pelaku UMKM di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah memperkuat ketangguhan UMKM dalam menghadapi risiko lingkungan dan dinamika ekonomi pascabencana.
Dalam kunjungan kerja pada Kamis (4/12/2025), Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan empati dan menegaskan komitmen pemerintah melakukan pendampingan berkelanjutan.
Baca Juga : KAMMI Bantu Warga Terdampak Longsor di Tandihat
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay, Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution, dan Komisaris Utama PT PNM Dradjad Hari Wibowo.
Maman mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan bersama. Ia menyebut kehadiran pemerintah untuk memberikan layanan langsung kepada pelaku usaha.
“Kehadiran pemerintah bertujuan memberikan layanan langsung kepada pelaku UMKM agar lebih siap menghadapi risiko lingkungan dan tantangan usaha di masa mendatang,” ujarnya.
Kementerian UMKM bekerja sama dengan PT PNM, Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara, dan pihak terkait untuk memastikan akses layanan, pendampingan, dan bantuan tersalurkan tepat sasaran.
Program kerja sama tersebut menitikberatkan pada perluasan akses layanan dan penguatan kapasitas pelaku UMKM di wilayah terdampak.
Maman menegaskan pentingnya kesiapan usaha yang berkelanjutan. “Ketangguhan usaha tidak hanya ditentukan oleh kecepatan penanganan, tetapi juga oleh kesiapan membangun dasar usaha yang berkelanjutan,” katanya.
Lihat Juga : Akses Banjar Malayu Mulai Dibuka Kembali Usai Longsor
Kehadiran rombongan disambut antusias warga. Seorang warga Muara menyampaikan rasa syukur dan berharap perbaikan infrastruktur segera dilakukan.
Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dan menyebut kunjungan tersebut menjadi motivasi dalam percepatan pemulihan pascabencana.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan semakin mempercepat pemulihan masyarakat di wilayah terdampak.(SW)


