Sidimpuanpos.com – Bencana banjir dan longsor yang melanda Tapanuli Selatan (Tapsel) pada akhir 2025 sempat mengguncang denyut perekonomian masyarakat. Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah terdampak cukup berat, sehingga laju pertumbuhan ekonomi Tapsel turun menjadi 2,4 persen pada akhir triwulan IV 2025.
Namun, bagi Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, kondisi tersebut bukan alasan untuk menyerah. Di tengah upaya pemulihan, Pemkab Tapsel justru mempercepat berbagai program yang bertujuan mengembalikan produktivitas masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan Gus Irawan dalam wawancara khusus di Paviliun Pemkab Tapsel sebelum menghadiri Malam Pagelaran Seni dan Budaya Tapsel pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) di Medan, Sabtu (4/7/2026) malam.
Baca Juga : Gus Irawan Ajak GKPA Perangi Narkoba dan Rentenir
Menurutnya, salah satu langkah utama yang dilakukan adalah mengoptimalkan lahan tidur dan pekarangan agar menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat.
“Kami tidak ingin ada lagi lahan yang dibiarkan kosong. Semua harus produktif dan mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Gus Irawan.
Di sektor perikanan, Pemkab Tapsel terus mengembangkan Gerakan Seribu Kolam untuk meningkatkan produksi ikan air tawar, mengingat kebutuhan ikan di daerah itu masih mengalami defisit sekitar 50 persen.
Sementara di sektor pertanian, pemerintah menjalankan Program 10.000 Hektare Jagung yang dipadukan dengan pengembangan peternakan. Melalui kemitraan dengan pelaku usaha, hasil panen petani dipastikan memiliki pasar sehingga memberikan kepastian pendapatan.
Untuk memperkuat modal usaha masyarakat, Pemkab Tapsel bersama Bank Sumut juga menghadirkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga nol persen bagi petani, peternak, dan pelaku UMKM. Program ini diharapkan mampu membantu masyarakat mengembangkan usaha sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman berbunga tinggi.
Selain itu, pemerintah terus melakukan normalisasi lahan pertanian yang terdampak bencana, membuka kawasan produktif baru, serta mendorong setiap desa mengembangkan komoditas unggulan sesuai potensi wilayahnya, seperti cabai, bawang, jagung, hingga perikanan, dengan dukungan pemasaran melalui BUMD dan sektor swasta.
Di tengah upaya pemulihan ekonomi, Pemkab Tapsel juga tetap memprioritaskan pengentasan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, pemberantasan narkoba, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program yang terintegrasi.
Lihat Juga : Penertiban PETI Dinilai Jadi Harapan Baru bagi Lingkungan Madina
“Kami optimistis Tapsel bisa bangkit lebih cepat dan pulih lebih kuat. Kuncinya adalah kolaborasi, kerja keras, serta memaksimalkan seluruh potensi daerah untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Gus Irawan.
Usai wawancara, Gus Irawan bersama jajaran Pemkab Tapsel menghadiri Malam Pagelaran Seni dan Budaya Tapsel di Panggung Keong PRSU sebagai bagian dari promosi budaya, pariwisata, serta produk unggulan daerah kepada masyarakat Sumatera Utara.(Galeh)


