Selasa, Oktober 13, 2026

Masjid Raya Miftahul Jannah: Jejak Wakaf dan Sejarah Islam di Padang Lawas

Must Read

‎Sidimpuanpos.com – Masjid Raya Miftahul Jannah yang terletak di Pasar Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah umat Muslim, tetapi juga menyimpan sejarah panjang yang unik dan bernilai tinggi.
‎
‎Masjid ini dikenal sebagai salah satu masjid tertua di wilayah tersebut dan memiliki ciri khas berupa makam pewakif beserta keluarganya yang berada di dalam area masjid. (27/1/2026).
‎
‎Keberadaan makam tersebut kerap mengingatkan jamaah pada Masjid Nabawi di Madinah, tempat makam Nabi Muhammad SAW berada di dalam kompleks masjid. Keunikan ini menjadikan Masjid Raya Miftahul Jannah sebagai ikon sejarah Islam di Padang Lawas.

Baca Juga : Kejari Padang Lawas Lengang di Tengah Isu Pemeriksaan Kajari
‎
‎Masjid Raya Miftahul Jannah Sibuhuan didirikan jauh sebelum tahun 1945 dan diperkirakan telah berdiri sejak tahun 1937. Pada awal pembangunannya, masjid ini berukuran sekitar 20×20 meter, dengan bangunan berbahan kayu dan atap seng.
‎
‎Tanah masjid ini diwakafkan oleh Hj. Aminah Harahap, seorang dermawan sekaligus pendidik perempuan pada masanya. Selain mewakafkan tanah untuk masjid, Hj. Aminah Harahap juga mewakafkan tanah untuk berbagai fasilitas umum lainnya di Sibuhuan, seperti sekolah, rumah sakit, dan sarana sosial.
‎
‎Sebagai salah satu masjid bersejarah di Padang Lawas, Masjid Raya Miftahul Jannah disebut telah berusia lebih dari 100 tahun. Selain menjadi pusat ibadah, masjid ini juga berperan sebagai pusat pendidikan dan kegiatan sosial, serta menyimpan jejak sejarah perjuangan umat Islam di daerah tersebut.
‎
‎Seiring berjalannya waktu, masjid ini telah mengalami banyak perubahan dan renovasi. Hal tersebut disampaikan oleh Riski (24), warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi masjid. “Masjid ini sudah sangat tua dan sering direnovasi.
‎
‎Dulu, kalau mau wudhu ada jembatan menuju ke bawah sungai, sekarang sudah ditutup, banyak perubahan yang terjadi apalagi sekarang sudah ada bangunan tingkatnya diatas, pokonya banyak yang berubah sejak saya masih kecil hingga sekarang” ujar Riski.

Lihat Juga : Polres Padang Lawas Tangkap Pelaku Sabu di Pasar Sibuhuan
‎
‎la juga berharap adanya penataan lingkungan di sekitar masjid, meski menyadari keterbatasan lahan.
‎
‎”Saya berharap masjid ini dibuat taman, tetapi sepertinya tidak memungkinkan karena lokasinya sudah terlalu padat,” tambahnya.
‎
‎Hingga kini, Masjid Raya Miftahul Jannah tetap menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus saksi sejarah perjalanan Islam di Kabupaten Padang Lawas.(Fazry)
‎

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

173 Warga Simarpinggan Dapat Pengobatan Gratis, Agincourt Resources Hadirkan Tiga Dokter Spesialis

Sidimpuanpos.com, TAPANULI SELATAN – Sebanyak 173 warga Desa Simarpinggan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mendapat pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This