Sidimpuanpos.com – Ada pemandangan unik yang menjadi penanda tak resmi datangnya bulan suci Ramadhan di Kota Padangsidimpuan.
Bukan sekadar deretan pedagang takjil manis, melainkan kepulan asap dari bakaran rotan muda yang berjejer di pinggir jalan.
Itulah Pakkat, kuliner legendaris khas Tapanuli yang kini mulai mudah dijumpai di berbagai sudut kota.
Baca Juga : Polsek Sosa Gelar Patroli di Lokasi Wisata dan Keramaian
Pakkat bukanlah makanan biasa. Bahan dasarnya adalah pucuk rotan muda yang dibakar di atas bara api hingga kulit luarnya menghitam.
Setelah matang, kulit keras tersebut dikupas untuk mengambil bagian dalamnya yang berwarna putih lembut.
Cara menikmatinya pun sangat khas. Warga Padangsidimpuan biasanya menyantap isian rotan ini dengan cocolan istimewa yang terdiri dari:
- Cabai merah giling segar.
- Irisan bawang merah.
- Kecap asin.
- Perasan jeruk nipis yang segar.
Meski memiliki cita rasa sedikit pahit, teksturnya yang lembut dan sensasi segar dari bumbu cocolannya membuat Pakkat menjadi primadona sebagai teman makan nasi saat berbuka maupun sahur.
Kehadiran Pakkat di Padangsidimpuan bukan sekadar urusan perut, melainkan sudah menjadi bagian dari tradisi.
Bagi masyarakat setempat, belum sah rasanya suasana Ramadhan jika belum melihat asap pembakaran Pakkat di pinggir jalan.
Tingginya peminat selama bulan puasa membuat para pedagang musiman bermunculan, menjadikannya ladang rezeki tahunan yang menjanjikan.
Beberapa warga memberikan tanggapan mengenai fenomena menjamurnya kuliner unik ini:
Lihat Juga : Minim Event, Ramadhan Fair Padang Lawas Kurang Pengunjung
​”Bagi kami orang Tapanuli, Pakkat itu penambah nafsu makan. Rasanya yang pahit justru bikin ketagihan, apalagi kalau dicampur sambal kecapnya. Kalau tidak ada Pakkat di meja makan saat berbuka, rasanya ada yang kurang dari suasana Ramadhannya.” ujar Rahmad (42), Warga setempat.
Pakkat membuktikan bahwa tradisi kuliner lokal tetap memiliki tempat di hati masyarakat, bahkan menjadi simbol kerinduan akan hangatnya momen berbuka puasa bersama keluarga.(Dani)


