Sidimpuanpos.com – Kelompok tani mustahik binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) di Desa Panompuan, Kecamatan Angkola Timur, mulai menikmati hasil dari program zakat produktif yang mereka kelola. Hal itu terlihat dari panen raya cabai yang berlangsung pada Sabtu (26/9/2026).
Panen raya tersebut turut dihadiri Ketua Baznas Tapsel Jon Sujani Pasaribu, Wakil Ketua Tua Pardomuan Harahap, Staf Operasional Wahyu Parondingan Siregar, serta jajaran Baznas Tapsel.
Ketua Baznas Tapsel Jon Sujani Pasaribu mengatakan, panen cabai tersebut merupakan bagian dari program zakat produktif bergulir yang bertujuan membantu penerima manfaat meningkatkan kemandirian ekonomi.
Menurut Jon, hasil panen yang diperoleh petani cukup menggembirakan. Selain hasil produksi yang melimpah, harga jual cabai di pasaran juga dinilai cukup menguntungkan bagi para petani.
Baca Juga: Peringati 66 Tahun UUPA, Kantah Padangsidimpuan Teguhkan Komitmen Pelayanan Pertanahan Berintegritas
“Selain memperoleh hasil panen yang melimpah, para petani juga mendapatkan harga jual cabai yang menguntungkan di pasaran,” ujar Jon Sujani.
Ia menjelaskan, dukungan Baznas melalui program tersebut tidak hanya berupa modal usaha. Para petani juga mendapat bantuan sarana produksi pertanian, mulai dari bibit cabai berkualitas, pupuk hingga obat-obatan tanaman.
Hasil penjualan cabai nantinya dapat digunakan petani untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membantu biaya pendidikan anak. Sebagian hasil juga diharapkan dapat disisihkan sebagai modal untuk melanjutkan dan mengembangkan usaha tani pada musim berikutnya.
Jon memberikan apresiasi kepada para petani mustahik di Desa Panompuan yang dinilai mampu mengelola bantuan tersebut dengan baik hingga menghasilkan panen.
Menurutnya, program zakat produktif bergulir dirancang bukan hanya untuk memberikan bantuan dalam jangka pendek, tetapi juga sebagai upaya mendorong masyarakat penerima manfaat agar memiliki usaha yang dapat menopang kehidupan mereka secara berkelanjutan.
“Kehadiran program zakat produktif bergulir ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan investasi kemandirian ekonomi,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan kelompok tani cabai di Desa Panompuan menunjukkan bahwa dana zakat dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha produktif yang memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat.
Lihat Juga: Turun ke Huntap dan Huntara, Kapolres Tapsel Salurkan Bantuan untuk Warga Pascabencana
Baznas Tapsel sendiri menargetkan para penerima manfaat program tidak selamanya berada dalam posisi sebagai mustahik atau penerima zakat. Melalui pemberdayaan ekonomi, mereka diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan hingga suatu saat dapat menjadi muzaki atau pemberi zakat.
“Tujuan utama dari pengelolaan zakat ini adalah mengubah penerima manfaat menjadi mandiri secara ekonomi, selanjutnya menjadi pemberi zakat di masa depan,” tutur Jon.
Jon juga menilai keberhasilan petani cabai di Kecamatan Angkola Timur menjadi gambaran bahwa pengelolaan dana zakat secara terarah dan profesional dapat mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua Baznas Tapsel Tua Pardomuan Harahap mengatakan, keberhasilan kelompok tani cabai di Desa Panompuan menjadi langkah awal untuk mengembangkan program serupa kepada masyarakat penerima manfaat lainnya.
Baznas Tapsel, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program zakat produktif bergulir sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Keberhasilan di Desa Panompuan ini merupakan awal dari langkah yang lebih besar. Kami berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program zakat produktif bergulir,” ujarnya. (wan)


