Sidimpuanpos.com – Pemandangan tidak biasa terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Padangsidimpuan pada Jumat (06/03/2026).
Ratusan kendaraan, mulai dari roda dua hingga truk logistik, terpantau mengular hingga ke badan jalan, memicu kemacetan di beberapa titik utama kota.
Fenomena ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat (FOMO) setelah beredarnya kabar bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 23 hari ke depan.
Baca Juga : ‎Pasokan BBM di SPBU Sibuhuan Normal, Harga Pertamax Naik Rp500
Isu tersebut memicu gelombang panic buying di tengah warga yang khawatir akan terjadinya kelangkaan dalam waktu dekat.
Meskipun antrean tampak membludak, pihak pengelola SPBU menegaskan bahwa pasokan sebenarnya masih dalam kondisi aman.
Di salah satu SPBU di jalan Sutombol, petugas terlihat sibuk mengatur jalannya kendaraan agar tidak menutupi akses jalan umum.
​”Stok kita sebenarnya masih sangat banyak dan aman, mau itu Pertalite, Pertamax, maupun Solar. Semua tersedia. Antrean ini murni karena masyarakat datang secara bersamaan karena takut kehabisan,” ujar salah satu karyawan SPBU yang tengah merapikan barisan kendaraan.
Keresahan warga terlihat jelas dari mereka yang rela mengantre berjam-jam demi memastikan tangki kendaraan mereka penuh, bahkan ada yang membawa jeriken untuk stok di rumah.
“Saya dengar di berita stok cuma tinggal 20 harian lagi. Dari pada nanti saya tidak bisa narik (bekerja) karena bensin habis, lebih baik saya antre sekarang walaupun harus menunggu satu jam lebih. Takutnya harga juga ikut melambung kalau barang susah dicari.” Ujar Rudi selaku driver ojek
Lihat Juga : ‎Kemenkes Lakukan Verifikasi Lapangan Izin Layanan Dialisis di RSUD Sibuhuan
“Sebenarnya capek antre begini, tapi lihat tetangga semua ke pom bensin, saya jadi ikut khawatir. Kalau benar-benar habis bulan depan, bagaimana nasib kita yang mau belanja ke pasar?” Ujar sari.
Kondisi di Padangsidimpuan hari ini mencerminkan betapa cepatnya informasi mengenai ketahanan energi memengaruhi psikologi massa.
Meskipun petugas SPBU telah memberikan jaminan ketersediaan stok, ketakutan akan ketidakpastian masa depan (23 hari ke depan) lebih mendominasi tindakan masyarakat daripada fakta ketersediaan saat ini.(dani)


