Sidimpuanpos.com – Memasuki hari kedua gelombang panic buying, Sabtu (7/3/2026), antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Padangsidimpuan mulai menunjukkan perubahan pola. Kepadatan sepeda motor berkurang dibandingkan hari sebelumnya, namun antrean kendaraan roda empat masih memanjang.
Pantauan di SPBU Jalan Sutomo dan Sitamiang menunjukkan antrean sepeda motor kini hanya berada di area dalam SPBU dan tidak lagi meluas hingga bahu jalan seperti yang terjadi pada Jumat (6/3/2026).
Sebaliknya, antrean mobil dan kendaraan angkutan masih terlihat mengular hingga memakan sebagian badan jalan sehingga arus lalu lintas di sekitar lokasi melambat.
Baca Juga : Pemko Padangsidimpuan Perpanjang Kontrak 259 PPPK
Selain itu, beberapa jenis bahan bakar mulai mengalami kekosongan. Pertalite dan Pertamax masih tersedia dan melayani konsumen, sementara Solar dan Bio Solar dilaporkan habis di kedua SPBU tersebut.
Kondisi ini memicu keluhan dari para sopir kendaraan angkutan yang masih menunggu kepastian pasokan.
“Hari ini makin susah. Saya sudah keliling, tapi Solar di Sitamiang dan Sutombo kosong. Akhirnya terpaksa parkir di pinggir jalan begini sambil nunggu kepastian kapan masuk lagi (pasokan). Kalau Solar habis, kami tidak bisa jalan, distribusi barang bisa macet total,” ujar Arifin, sopir truk logistik.
Sementara itu, sejumlah pengendara sepeda motor mengaku kondisi antrean sudah lebih baik dibandingkan sehari sebelumnya, meski kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan bakar masih ada.
Lihat Juga : Kajian Ba’da Dzuhur Al-Abror Bahas Pendidikan Anak Dalam Islam
“Syukurlah hari ini motor tidak separah kemarin sampai ke jalan raya. Tapi ya tetap was-was karena dengar-dengar Solar sudah mulai kosong. Takutnya merembet ke Pertalite juga kalau semua orang terus-terusan beli berlebihan (fomo),” ujar Lina, pengendara sepeda motor.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berjaga di sekitar SPBU untuk mengatur lalu lintas agar antrean kendaraan tidak menutup akses jalan. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pengisian bahan bakar secara berlebihan guna menjaga kestabilan stok di tingkat pengecer.(Dani)


