Sidimpuanpos.com – Antrean panjang kendaraan terlihat di SPBU 2 Padang Luar akibat terbatasnya pasokan bahan bakar minyak (BBM). Dalam beberapa waktu terakhir, SPBU tersebut hanya menyediakan BBM jenis Pertalite, sementara jenis lainnya kerap tidak tersedia (8/4/2026).
Kondisi ini membuat masyarakat harus rela mengantre lebih lama untuk mendapatkan BBM. Bahkan, pasokan yang terbatas menyebabkan bahan bakar sering kali sudah habis sebelum siang hari.
Salah seorang tukang becak, Herman (38), mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah sering terjadi. la menilai keterbatasan pasokan serta adanya pembelian dalam jumlah tidak wajar menjadi penyebab utama cepat habisnya BBM.
Baca Juga : Harga Sembako Stabil di Kisaran, Cabai Turun Jadi Rp22 Ribu per Kilogram
” Di SPBU 2 ini selalu terbatas, bahkan hampir tidak pernah beroperasi 24 jam
Kemungkinan karena pasokannya sedikit atau banyak masyarakat yang mengisi dalam jumlah tidak wajar, jadi cepat habis. Saya juga sering lihat tukang becak lain membawa jerigen untuk disimpan atau dijual lagi, biasanya dijual sekitar Rp13 ribu sampai Rp14 ribu per botol, dan itu pun mungkin tidak sampai satu liter,” ujarnya.
Sementara itu, petugas SPBU, Hasibuan, membenarkan bahwa pasokan BBM memang terbatas. la menyebutkan bahwa BBM jenis Pertalite umumnya tersedia pada pagi hari atau menjelang waktu magrib, namun sering kali cepat habis.
”Biasanya BBM sudah habis menjelang siang. Pertalite itu tersedia pagi atau kadang waktu magrib, tapi itu pun jarang bertahan lama,” jelasnya.
Masyarakat berharap ke depan pasokan BBM di SPBU 2 Padang Lawas dapat ditingkatkan agar kebutuhan bahan bakar dapat terpenuhi dan antrean panjang tidak lagi terjadi.(fazry)


