Rabu, Oktober 14, 2026

Pemerintah Pusat Tambah TKD Sumut Jadi Rp6,3 Triliun

Must Read

Sidimpuanpos.com – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya mengapresiasi keputusan pemerintah pusat yang meningkatkan dana transfer ke daerah (TKD) untuk Sumut pada 2026, dari sekitar Rp4,3 triliun menjadi Rp6,3 triliun.

Apresiasi itu disampaikan Surya setelah mengikuti Sosialisasi Surat Edaran Penyesuaian TKD Tahun Anggaran 2026 dalam APBD yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Kamis (5/3/2026). Kegiatan tersebut diikuti pemerintah daerah dari Provinsi Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat (Sumbar). Surya mengikuti kegiatan secara virtual dari kediamannya di Jalan Teuku Daud, Medan.

Menurut Surya, tambahan dana TKD sangat dibutuhkan untuk mendukung pemulihan pascabencana di Sumut. Selain dukungan anggaran, ia menilai regulasi yang memungkinkan dana segera digunakan juga penting agar tidak perlu menunggu perubahan APBD.

Baca Juga : Razia Perda, Satpol PP Amankan Pasangan di Tor Simarsayang

“Ya kalau sudah ada regulasinya, kita bisa segera mengunakan dana itu tanpa menunggu tahapan Perubahan APBD,” sebut Wagub.

Usai kegiatan, Surya juga berdiskusi dengan sejumlah pejabat, di antaranya Asisten Administrasi Umum Muhammad Suib, Kepala BKAD Timur Tumanggor, serta pejabat lainnya.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mengatakan kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden RI Prabowo Subianto bersama DPR RI untuk memperkuat fiskal daerah.

Ia menjelaskan, tambahan TKD yang sebelumnya hanya untuk daerah terdampak kini diperluas ke seluruh daerah. Di Sumut, penerima manfaat bertambah dari 18 menjadi 33 kabupaten/kota. Kebijakan yang sama juga berlaku bagi dua provinsi lainnya.

Kebijakan ini ditindaklanjuti melalui Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 59 Tahun 2026 serta surat edaran Mendagri terkait teknis penggunaan dana oleh pemerintah daerah.

“Saya berusaha untuk mempermudah rekan-rekan eksekutif kepala daerah,” katanya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menambahkan, saat ini penanganan bencana telah memasuki tahap Transisi Darurat ke Pemulihan setelah masa tanggap darurat berakhir. Pada tahap ini, bantuan difokuskan untuk membantu korban agar dapat pulih.

Lihat Juga : Curi Innova di Padangsidimpuan, Remaja 19 Tahun Ditangkap

Namun, validasi data korban bencana di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah masih mengalami kendala akibat banjir bandang susulan pada Januari dan Februari lalu.

“Sebab harus menunggu rekomendasi dari Badan Geologi. Apakah hunian yang akan dibangun masuk zona berbahaya atau tidak,” sebutnya.

Meski demikian, pemerintah menargetkan warga yang masih berada di tenda pengungsian dapat dipindahkan ke hunian sementara (huntara) sebelum Hari Raya Idulfitri yang tinggal sekitar dua pekan lagi.

“Jadi masa transisi darurat ke pemulihan ini, Kepala daerah bisa mengajukan kebutuhan lain. Seperti sandang dan pangan, masih bisa kita dukung melalui dana siap pakai BNPB, tentu kondisinya harus darurat,” pungkasnya.(Ali)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This