Selasa, Oktober 13, 2026

Pemkab Madina Raih Peringkat 1 Nasional Pengelolaan DAK KB 2025

Must Read

Sidimpuanpos.com – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) kembali mengukir prestasi di tingkat nasional.

Pemkab Madina berhasil meraih peringkat pertama nasional dalam kategori Pagu Besar dan Pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Sub Bidang Keluarga Berencana (KB) Tahun Anggaran 2025 dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Piagam penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, dalam acara Rapat Pengendalian Program dan Anggaran yang digelar di Aula Perwakilan BKKBN Sumatera Utara, Selasa (28/4/2026).

Dalam keterangannya, Atika Azmi menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras serta soliditas seluruh tim di lingkungan Pemkab Madina.

Baca Juga : JNE Sabet Golden Brand dan Digital Popular Brand Award 2026

Ia menegaskan bahwa pencapaian ini sejalan dengan target-target yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

​”Pencapaian ini adalah buah dari kerja keras bersama dan menjadi motivasi bagi kita semua,” ujar Atika.

Meski meraih prestasi secara administratif, Wabup Atika mengingatkan jajarannya agar tidak cepat berpuas diri.

Menurutnya, tingginya realisasi anggaran harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, terutama dalam pengendalian KB dan penurunan angka stunting.

Berdasarkan data yang dipaparkan, Kabupaten Mandailing Natal menunjukkan kemajuan signifikan dalam penanganan stunting:

  • Angka Sebelumnya: 47,7 persen
  • Angka Saat Ini: 22,2 persen

Baca Juga : Siswa SMAN 2 Padangsidimpuan Borong Prestasi di FLS3N 2026

Atika menjelaskan bahwa penurunan tajam ini adalah hasil kerja kolektif, meskipun ia mengakui angka tersebut masih sedikit di atas rata-rata provinsi.

Ia juga menggarisbawahi bahwa faktor utama stunting di wilayahnya berkaitan erat dengan keterbatasan infrastruktur.

​”Perlu dipahami bahwa angka 22,2 persen itu tidak berarti 22 dari 100 bayi yang lahir di Madina otomatis stunting. Faktor utamanya adalah infrastruktur pendukung kesehatan yang belum memadai, seperti akses sanitasi yang belum layak dan ketersediaan air minum bersih. Itulah yang terus kami benahi,” pungkasnya.(Dani)

Sumber : Diskominfomandailingnatal

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

173 Warga Simarpinggan Dapat Pengobatan Gratis, Agincourt Resources Hadirkan Tiga Dokter Spesialis

Sidimpuanpos.com, TAPANULI SELATAN – Sebanyak 173 warga Desa Simarpinggan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mendapat pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This