Sidimpuanpos.com – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan roda pemerintahan dan pelayanan publik di 18 kabupaten/kota terdampak banjir dan longsor tetap berjalan. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat tetap memperoleh layanan secara optimal di tengah situasi darurat.
Pernyataan tersebut disampaikan Bobby saat menerima Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (23/2/2026).
Bobby mengungkapkan, bencana menyebabkan dua desa di Kecamatan Tukka dan Sorkam tertimbun longsor, serta sempat memutus akses menuju sejumlah wilayah, termasuk Tapanuli Tengah. Meski demikian, fungsi pemerintahan daerah dipastikan kembali aktif pascabencana.
Baca Juga : AI Siap Diterapkan, Sumut Dorong Modernisasi Pertanian
“Pada saat bencana kondisi pemerintah tingkat desa, secara fisik kantor desa sangat terdampak. Namun pascabencana, fungsi pemerintahan di kabupaten/kota yang terkena bencana semua aktif. Pelayanan di rumah sakit, Puskesmas menjadi fokus utama perbaikan pada saat bencana,” kata Bobby.
Pemprov Sumut sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat bencana untuk mempercepat pemulihan. Bantuan juga disalurkan, antara lain sembako dari ASN Bapeg Sumut melalui posko bencana serta dukungan dana Rp2 miliar bagi pemerintah daerah terdampak.
Sementara itu, Wamen PANRB Purwadi Arianto menyatakan kunjungannya bertujuan memastikan layanan pemerintahan tetap adaptif dan terintegrasi, termasuk penguatan pelayanan publik berbasis digital.
Lihat Juga : Ba’da Dzuhur di Masjid Al-Abror: Serukan Persatuan dalam Shaf
“Memastikan bahwa pelayanan publik digital dapat dilaksanakan untuk semua sektor. Seperti surat kendaraan, tanah. Digitalisasi ini untuk memudahkan pelayanan bagi masyarakat,” ucapnya.
Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sumut Surya, sejumlah pejabat Pemprov Sumut, serta jajaran Kementerian PANRB.(Ali)


