Sidimpuanpos.com – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menyalurkan bantuan tunai Program Indonesia Pintar (PIP) pada Desember 2025.
Bantuan ini diperuntukkan bagi peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK dan sederajat guna menekan angka putus sekolah, khususnya dari keluarga kurang mampu.
Pantauan di salah satu bank penyalur di Kota Padangsidimpuan, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), menunjukkan antrean panjang masyarakat yang hendak mencairkan dana PIP. Area parkir sepeda motor tampak dipadati warga sejak pagi hari, Selasa (23/12/2025).
Baca Juga : Jelang Nataru, Harga Bahan Pokok di Pasar Sipirok Stabil
Antrean pencairan berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga 11.00 WIB. Mayoritas pengantre merupakan orang tua siswa yang datang untuk memastikan anak mereka terdaftar sebagai penerima bantuan pendidikan tersebut.
Pencairan dana PIP dilakukan melalui bank yang telah ditunjuk pemerintah, salah satunya BRI. Sri, salah seorang orang tua siswa yang mengantre di BRI Sadabuan, mengaku menerima bantuan sebesar Rp450.000 yang akan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anaknya.
Mengutip Medcom.id, besaran bantuan PIP tahun 2025 untuk setiap jenjang pendidikan yakni: SD/SDLB/Paket A sebesar Rp450.000 per tahun, sementara siswa baru dan kelas akhir menerima Rp225.000.
Untuk jenjang SMP/SMPLB/Paket B, bantuan sebesar Rp750.000 per tahun dan Rp375.000 bagi siswa baru serta kelas akhir. Adapun jenjang SMA/SMK/SMLB/Paket C menerima Rp1.000.000 per tahun dan Rp500.000 untuk siswa baru serta kelas akhir.
Salah seorang orang tua siswa, Rani, menyebutkan bahwa penerima bantuan PIP dapat berganti setiap tahunnya agar penyaluran lebih merata dan menjangkau siswa yang belum pernah menerima bantuan.
Lihat Juga : Harga Bahan Pokok di Padangsidimpuan Jelang Nataru Masih Stabil
Hal senada disampaikan Rizki, yang menjelaskan bahwa penentuan penerima bantuan PIP didasarkan pada data Data Pokok Pendidikan (Dapodik) serta rekomendasi dari pihak sekolah guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Sementara itu, seorang ibu penerima bantuan yang enggan disebutkan namanya mengaku baru pertama kali menerima PIP meskipun anaknya telah lama bersekolah. Ia menyatakan bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya. (Fajry)


