Rabu, Oktober 14, 2026

Petani Aceh Bangkit, Pemulihan Lahan Terus Dipercepat

Must Read

Sidimpuanpos.com – Harapan para petani di Aceh perlahan mulai tumbuh kembali seiring pulihnya lahan pertanian yang sempat rusak akibat bencana hidrometeorologi. Melalui kerja sama berbagai pihak, upaya rehabilitasi sektor pertanian terus dipercepat agar masyarakat dapat kembali mengolah sawah dan menghidupkan roda perekonomian.

Hingga awal Juli 2026, program optimalisasi lahan telah mencapai 32 persen. Capaian tersebut menjadi bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di 18 kabupaten/kota terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Semangat kebangkitan itu ditandai dengan gerakan tanam padi perdana pascabencana yang digelar di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (5/7/2026). Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya kembali musim tanam sekaligus komitmen pemerintah dalam memulihkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.

Baca Juga : Pembangunan Huntap Penyintas Bencana Dipercepat Hingga Akhir 2026

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, yang mewakili Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf, mengatakan bencana hidrometeorologi telah memberikan dampak besar terhadap sektor pertanian. Sekitar 57.364 hektare lahan sawah dan 60.438 hektare lahan perkebunan terdampak, dengan Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat banjir yang membawa lumpur dan material lainnya.

Meski demikian, proses pemulihan terus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Menurut M. Nasir, optimalisasi lahan yang telah mencapai 32 persen merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mempercepat pemulihan lahan pertanian di 18 kabupaten/kota.

“Kami berterima kasih kepada Menteri Pertanian dan seluruh jajaran Kementerian Pertanian yang bergerak cepat membantu petani kita. Pemulihan ini menjadi prioritas utama agar roda perekonomian masyarakat kembali normal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemulihan dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan lahan. Penanganan diawali melalui optimalisasi sawah dengan kategori rusak ringan, dilanjutkan rehabilitasi pada lahan yang mengalami kerusakan sedang, hingga pengolahan lahan setelah seluruh pekerjaan konstruksi selesai agar sawah dapat kembali ditanami.

Selain memperbaiki lahan, pemerintah juga membangun dan merehabilitasi berbagai infrastruktur pendukung, seperti sistem irigasi pompa, irigasi perpipaan, bangunan konservasi, jaringan irigasi tersier, hingga Jalan Usaha Tani. Seluruh fasilitas tersebut diharapkan mampu memperlancar aktivitas produksi dan distribusi hasil pertanian.

Lihat Juga : Wali Kota Tanjungbalai Dukung Kontingen Jamdasu XI Sumut

M. Nasir turut menyampaikan apresiasi kepada Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Menteri Pertanian Amran Sulaiman beserta jajaran Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Kodam Iskandar Muda, kelompok tani, serta seluruh pihak yang terus bergotong royong mempercepat pemulihan sektor pertanian.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar lahan yang sebelumnya terdampak banjir dapat kembali produktif dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Gerakan tanam padi perdana di Aceh Tamiang pun menjadi penanda bangkitnya kembali semangat para petani. M. Nasir mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tersebut dengan mengoptimalkan musim tanam, menjaga semangat gotong royong, serta mengikuti arahan pemerintah dan para pemangku adat.

Lihat Juga : Yudisium Fakultas Pertanian UNA, Wawako Tanjungbalai Beri Motivasi

“Tanam perdana hari ini bukan sekadar rutinitas menaburkan benih, melainkan simbol bahwa petani kita tetap kuat, semangat, dan optimis dalam menjaga pasokan pangan di Aceh tetap aman,” tuturnya.

Sumber : Satgas PRR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This