Rabu, Oktober 14, 2026

Program CKG Bantu Deteksi Dini Kesehatan Jiwa di Sumut

Must Read

Sidimpuanpos.com – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Sumatera Utara tidak hanya membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan fisik, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk mendeteksi masalah kesehatan jiwa sejak dini.

Dari sekitar 2,8 juta warga yang telah menjalani skrining, ditemukan sejumlah masyarakat yang mengalami gejala kecemasan dan stres atau terindikasi sebagai Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumut, Hery Valona Bonatua Ambarita, mengatakan kondisi tersebut masih berada pada tahap awal sehingga dapat dikendalikan melalui edukasi, penguatan mental, dan penanganan sejak dini agar tidak berkembang menjadi gangguan jiwa yang lebih berat.

Baca Juga : Sekolah Negeri Pertama Berstandar IB, SMA Matauli Raih Apresiasi Gubernur Sumut

Menurut Hery, hasil skrining menunjukkan kelompok remaja menjadi yang paling banyak mengalami kecemasan, dipicu antara lain oleh tekanan belajar. Sementara pada kelompok dewasa, persoalan ekonomi dan tuntutan memenuhi kebutuhan keluarga menjadi faktor yang banyak memengaruhi kondisi psikologis.

Dinas Kesehatan Sumut menargetkan skrining kesehatan jiwa terhadap 22 ribu warga pada 2026. Hingga kini, lebih dari 13 ribu orang atau sekitar 67 persen telah menjalani pemeriksaan dan ditargetkan seluruhnya tercapai pada akhir tahun.

Selain melakukan deteksi dini, Pemprov Sumut juga menjalankan program bebas pasung bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Hingga saat ini, sebanyak 186 ODGJ di 33 kabupaten/kota telah memperoleh penanganan melalui kolaborasi Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, dan rumah sakit jiwa.

Lihat Juga : Peduli Keselamatan Pengguna Jalan, Satlantas Padangsidimpuan Bersihkan Drainase

Hery menjelaskan, layanan tersebut didukung melalui program Universal Health Coverage (UHC) dan Program Berobat Gratis (PROBIS), sehingga masyarakat dapat mengakses pemeriksaan dokter spesialis jiwa, pengobatan, hingga rawat inap tanpa biaya sesuai kebutuhan medis.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak lagi memasung anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Menurutnya, dengan pengobatan yang rutin dan penanganan medis yang tepat, penderita ODGJ memiliki peluang untuk kembali beraktivitas dan menjalani kehidupan secara normal.(Ali)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This