Sidimpuanpos.com – Puluhan siswa SMA Negeri 1 Sayur Matinggi didampingi orang tua mendatangi kantor cabang Bank BNI Padangsidimpuan untuk melakukan proses pencairan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun anggaran 2026, Jumat(23/01/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan keberlanjutan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Dalam proses pencairan tersebut, para siswa tampak antusias meskipun harus mengikuti prosedur antrean yang cukup panjang. Salah seorang siswa kelas XII yang ditemui di lokasi menjelaskan bahwa seluruh proses administrasi diarahkan ke satu titik perbankan.
Baca Juga : Pantau Harga Pangan, Dinas Perdagangan Padangsidimpuan Pastikan Pendataan Transparan
“Kami semua datang ke sini karena bantuan PIP untuk sekolah kami dialokasikan langsung di Bank BNI Padangsidimpuan. Hari ini kami datang bersama teman-teman untuk memastikan dana bantuan pendidikan ini bisa segera dicairkan,” ujar salah satu siswa penerima manfaat.
Hal senada juga disampaikan oleh siswa lainnya yang sudah berada di lokasi sejak bank baru saja dibuka. Ia menceritakan perjuangannya untuk mendapatkan nomor antrean lebih awal.
“Proses pencairan bantuan PIP ini sebenarnya sudah hampir seminggu berjalan. Karena peminatnya banyak, saya sudah mengantri dari pagi tadi supaya tidak terlalu sore selesainya. Rencananya uang ini akan digunakan untuk kebutuhan sekolah,” ungkap.
Adapun besaran bantuan yang diterima oleh tiap siswa adalah sebesar Rp1.800.000. Dana ini diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua dalam membiayai kebutuhan sekolah seperti buku, seragam, dan perlengkapan ujian.
Untuk memastikan kelancaran administrasi, para siswa diwajibkan membawa persyaratan lengkap saat menuju teller bank, yang meliputi:
Lihat Juga : Bupati Tapsel Soroti Korban Banjir dan Longsor Saat Safari Isra’ Mi’raj
- Rapor (halaman biodata siswa)
- Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
- Fotokopi KTP orang tua
Pihak sekolah SMA Negeri 1 Sayur Matinggi sebelumnya juga telah melakukan sosialisasi agar para siswa tetap tertib dan menjaga nama baik sekolah selama berada di area publik seperti bank penyalur.
Ada sebagian guru juga ikut serta mengawasi siswa-siswi mereka yang sedang melakukan pengambilan uang bantuan tersebut. (Dani)


