Sidimpuanpos.com – Suasana sore di Jalan Kenanga pada Kamis (12/03/2026) benar-benar pecah! Memasuki minggu ke dua puasa, kawasan ini berubah total menjadi pusat gravitasi warga Kota Salak yang ingin memanjakan lidah saat berbuka nanti.
Mulai pukul 16.30 WIB, aroma gorengan hangat, manisnya es campur, hingga wangi mie goreng mulai menggoda penciuman siapa saja yang melintas, memicu kerumunan warga yang melakukan ritual wajib: ngabuburit.
Jangan tanya soal lalu lintas—Jalan Kenanga sore ini praktis “terkunci”. Deretan motor yang parkir mepet di bahu jalan demi mengantre takjil favorit membuat kendaraan lain harus ekstra sabar merayap.
Baca Juga : Sekda Paluta Serahkan Surat Tugas PMO dan BA KDKMP 2026
Meski klakson sesekali terdengar, suasana tetap terasa hangat dengan canda tawa warga yang sibuk memilih menu berbuka.
Warna-warni bungkusan plastik berisi es buah dan gorengan tampak menggantung di setang motor para pengendara yang perlahan meninggalkan lokasi, menandakan perburuan takjil hari ini sukses besar.
Suasana ramai ini membawa kesan tersendiri bagi warga yang rela berdesakan demi takjil idaman.
​”Waduh, Jalan Kenanga kalau sore begini memang nggak ada lawan ramenya! Macet sedikit nggak apa-apalah, yang penting dapet es campur langganan. Kalau nggak macet begini, malah nggak terasa suasana puasanya,” seloroh Bang Ucok, seorang pemuda yang terjebak di tengah kerumunan motor.
Sama halnya dengan Kak Desi, warga yang sengaja datang jauh-jauh ke Kenanga hanya untuk berburu bukaan unik.
​”Pusing sih lihat macetnya, tapi seru! Lihat orang ramai-ramai keluar rumah begini bikin semangat puasanya makin terasa. Harapannya ya kalau bisa parkirnya lebih rapi sedikit biar kita yang jalan kaki juga enak lewatnya.”
Meski Jalan Kenanga lumpuh sejenak oleh lautan manusia, momen ini justru menjadi bukti betapa indahnya kebersamaan warga Padangsidimpuan dalam menyambut waktu berbuka di pertengahan Maret 2026 ini.(Dani)


