Sidimpuanpos.com – Tarif becak di wilayah Padang Lawas saat ini masih tergolong normal dan terjangkau oleh masyarakat. Namun, besaran tarif tersebut tidak terlepas dari pengaruh naik turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi faktor utama dalam penentuan ongkos.(8/4/2026).
Salah satu tukang becak, Juneidi (33), menjelaskan bahwa tarif becak biasanya menyesuaikan dengan kondisi harga BBM di pasaran. “Kenaikan tarif becak tergantung BBM naik atau tidaknya. Biasanya, dari pasar ke Padang Luar sekitar Rp10.000. Tapi waktu BBM naik dan sempat langka, tarif bisa naik dua kali lipat jadi Rp20.000
Menurutnya, kondisi kelangkaan BBM juga turut mempengaruhi operasional para penarik becak, sehingga berdampak langsung pada tarif yang diberlakukan kepada penumpang.
Baca Juga : Bupati Palas Hadiri Muscab PKB, Dorong Sinergi untuk Kemajuan Daerah
Sementara itu, salah seorang warga, dimas (29), menilai tarif becak saat ini masih cukup wajar. “Menurut saya masih normal, apalagi kalau BBM stabil. Yang penting tidak memberatkan penumpang dan juga tetap menguntungkan bagi abang becak,” katanya.
Masyarakat berharap harga BBM tetap stabil agar tarif transportasi tradisional seperti becak tidak mengalami lonjakan signifikan, sehingga tetap menjadi pilihan transportasi yang terjangkau bagi semua kalangan.(fazry)


