Rabu, Oktober 14, 2026

Tito Tekankan Transparansi Proyek Infrastruktur Pascabencana

Must Read

Sidimpuanpos.com – Harapan masyarakat Tanah Gayo untuk kembali menikmati akses transportasi yang aman terus menjadi perhatian pemerintah. Saat meninjau Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (7/7/2026), Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa percepatan pemulihan infrastruktur harus berjalan selaras dengan prinsip keterbukaan kepada masyarakat.

Menurut Tito, transparansi menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Masyarakat perlu mengetahui perkembangan setiap proyek agar dapat ikut mengawasi sekaligus membangun kepercayaan terhadap upaya pemerintah.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bersama instansi terkait memasang papan informasi di setiap lokasi pekerjaan. Papan tersebut memuat jenis pekerjaan, sumber dan penggunaan anggaran, progres pelaksanaan, hingga target penyelesaian proyek.

Baca Juga : Menaker: AI Ubah Cara Kerja, SDM Harus Adaptif

“Pasang billboard supaya masyarakat tahu jalan dan jembatan ini sedang dikerjakan. Sertakan informasi pekerjaan dan logo Kementerian PU agar masyarakat memahami proses yang sedang berlangsung,” ujar Tito.

Selain menekankan transparansi, pemerintah juga mempercepat penanganan infrastruktur di kawasan tersebut. Kebutuhan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, pelebaran jalur alternatif, hingga pembangunan jembatan bentang panjang diperkirakan mencapai sekitar Rp1,1 triliun.

Salah satu proyek yang disiapkan adalah pembangunan jembatan permanen sepanjang 300 meter yang diharapkan menjadi ikon baru Tanah Gayo.

Lihat Juga : Kantah Padangsidimpuan Dorong Percepatan Sertifikasi Wakaf

Sebagai langkah percepatan, pemerintah telah menyepakati tiga strategi utama, yakni memperlebar dan meningkatkan kapasitas jalan alternatif melalui Wer Lah, membangun jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang, serta memperkuat struktur Jembatan Enang-Enang agar tetap aman digunakan selama masa transisi.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas kebutuhan masyarakat yang selama ini menggantungkan aktivitas sehari-hari pada Jembatan Enang-Enang. Sebelumnya, warga bahkan bergotong royong memperbaiki akses jembatan secara swadaya agar konektivitas antarwilayah tetap terjaga.

“Kami akan terus memantau perkembangan seluruh pekerjaan agar proses rehabilitasi berjalan sesuai rencana dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” tegas Tito.

Sumber : Satgas PRR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This