Rabu, Oktober 14, 2026

UIN Syahada Bahas Strategi Pembinaan Ormawa Lewat FGD Nasional

Must Read

Sidimpuanpos.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada) Padangsidimpuan terus mendorong pembenahan tata kelola kemahasiswaan dengan menggelar Forum Group Discussion (FGD) Finalisasi Buku Strategi Pembinaan Organisasi Mahasiswa (SPOMA) secara daring melalui Zoom, Kamis (19/6/2025).

FGD ini menjadi tonggak penting dalam membentuk arah pembinaan organisasi mahasiswa yang lebih adaptif dan responsif terhadap era digitalisasi dan disrupsi global.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh, mulai dari pimpinan kampus, alumni, tokoh muda, praktisi dunia usaha, hingga pejabat Kementerian Agama RI.

Baca Juga : Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat, Tapsel Kembangkan Ekonomi Lewat Perikanan

Rektor UIN Syahada, Prof. Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag, menegaskan bahwa SPOMA bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan komitmen nyata kampus untuk mencetak pemimpin umat dan bangsa.

“Pembinaan mahasiswa harus menyentuh karakter, spiritualitas, dan kepemimpinan. SPOMA adalah langkah menuju pembinaan yang komprehensif,” ujar Rektor.

Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Direktorat PTKI Kemenag RI, Papay Supriatna, menilai SPOMA UIN Syahada berhasil mengintegrasikan nilai keagamaan dengan manajemen organisasi modern.

“Kita tak bisa lagi memakai pendekatan lama. Organisasi mahasiswa harus menjadi ruang lahirnya agen perubahan yang siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Ketua DEMA UIN Syahada, Sumber Rezeki, menyebut SPOMA sebagai komitmen kampus membentuk mahasiswa visioner dan berkarakter.

“Organisasi harus menjadi tempat tumbuhnya pemimpin, bukan sekadar pelaksana kegiatan,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari pengusaha muda dan alumni, Riswan Efendi Hasibuan, yang menekankan pentingnya membangun karakter dan ketahanan mental mahasiswa melalui organisasi.

“SPOMA harus melatih tanggung jawab, kerja tim, dan kemampuan menghadapi tekanan—bukan hanya teori,” tuturnya.

Praktisi HRD, Dwi Purwanto, menyarankan SPOMA ditindaklanjuti dengan pelatihan rutin, program magang, dan sistem evaluasi berkelanjutan. Hal senada disampaikan oleh Yudi dari Bank Indonesia Sibolga, yang menekankan perlunya literasi dan inovasi mahasiswa agar mampu berkontribusi secara solutif dan mandiri.

Kepala Biro UIN Syahada, Ali Murni, S.Ag., M.AP, dan Coach Neneng Maria Kiptyah dari Posbangkom Kemenag RI menekankan bahwa SPOMA harus menjadi sistem yang hidup dan dijaga bersama seluruh elemen kampus.

Ratonggi Hasibuan, reformer proyek SPOMA, menjelaskan bahwa strategi pembinaan ini dibangun di atas tiga pilar: penguatan kelembagaan, program pengembangan, dan pembangunan jejaring eksternal.

Lihat Juga : Pemkab Padang Lawas Ikuti Sosialisasi Nasional Transformasi Posyandu

“Organisasi harus memberi nilai tambah yang membedakan mahasiswa aktif dengan sekadar mengejar SKS,” tegasnya.

FGD ini ditutup dengan harapan agar SPOMA segera disahkan dan mulai diterapkan pada tahun akademik 2025/2026. Semua pihak sepakat bahwa SPOMA perlu disosialisasikan secara aktif lewat workshop, coaching, dan simulasi agar benar-benar membumi di kalangan mahasiswa.

“SPOMA adalah langkah strategis UIN Syahada mencetak pemimpin masa depan yang unggul, tangguh, dan siap berkontribusi nyata bagi bangsa,” pungkas Rektor.(Samsul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This