Sidimpuanpos.com – The Yatim Village Desa Singali resmi diresmikan pada Ahad, 26 April 2026, sebagai tempat pembinaan bagi anak-anak yatim. Peresmian ini menjadi langkah nyata Yayasan Abulyatama Indonesia (YAI) Cabang Padangsidimpuan- Tapanuli Selatan dalam memperluas pelayanan sosial dan pendidikan bagi anak-anak yatim di berbagai wilayah (26/4/2026).
Ketua YAl Padangsidimpuan, Safariyarti Saragih, S.Pd.I., M.Sos, menjelaskan bahwa tujuan utama diresmikannya The Yatim Village adalah untuk menyediakan tempat pembinaan yang layak, aman, dan penuh kasih sayang bagi anak-anak yatim. Selain itu, lokasi tersebut juga diharapkan menjadi pusat pembinaan karakter, pendidikan, serta kemandirian yang berlandaskan nilai-nilai Islami.
Tempat ini hadir untuk memberikan lingkungan terbaik bagi anak-anak yatim agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, mandiri, dan berdaya,” ujarnya.
Baca Juga : Suasana Haru, 130 Jamaah Haji Tapsel Dilepas dari Sipirok
Dalam pelaksanaan dan pengelolaannya, The Yatim Village melibatkan Yayasan Abulyatama Indonesia Cabang Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan, para donatur, relawan, tokoh masyarakat, dukungan pemerintah setempat, serta berbagai mitra sosial lainnya.
Safariyarti menuturkan, proses pembinaan dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan dana dan dukungan yang ada. Meski demikian, pada hari ini The Yatim Village Desa Singali resmi dibuka sebagai tempat pembinaan anak-anak yatim.
Desa Singali dipilih sebagai lokasi pembangunan karena memiliki suasana yang tenang, kondusif, dan dinilai sangat mendukung proses pembinaan anak-anak. Selain itu, masyarakat setempat disebut terbuka serta mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Baca Juga : BPK Sumut Lakukan Pemeriksaan LKPD 2025 di Padang Lawas
Menurutnya, program ini sangat penting karena masih banyak anak yatim yang membutuhkan perhatian, pendidikan, dan lingkungan hidup yang layak. Kehadiran The Yatim Village diharapkan menjadi solusi nyata dalam membentuk generasi yang kuat secara akhlak, mandiri, dan memiliki masa depan lebih baik.
Di tempat tersebut, anak-anak nantinya akan mendapatkan berbagai pembinaan, mulai dari layanan kesehatan, bantuan pendidikan formal, pendidikan agama, pembinaan karakter, hingga pelatihan keterampilan hidup.
Meski demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan tempat, kurangnya relawan pengajar, serta kebutuhan fasilitas yang terus berkembang.
Baca Juga : Aspal Terkelupas dan Berlubang, Jalan Haji Hasan Harahap Memprihatinkan
Selain itu, tantangan lain juga berada pada sektor pendanaan berkelanjutan, kelengkapan sarana, dan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten. Namun pihak yayasan terus berupaya mengatasinya melalui kolaborasi dan dukungan masyarakat.
Safariyarti berharap ke depan The Yatim Village dapat terus berkembang menjadi pusat pembinaan terbaik bagi anak-anak yatim, sekaligus melahirkan generasi yang berakhlak mulia, mandiri, dan bermanfaat bagi umat. la juga berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut berkontribusi dalam program tersebut.
The Yatim Village Desa Singali merupakan cabang keempat yang dibangun oleh Yayasan Abulyatama Indonesia Cabang Padangsidimpuan-Tapanuli Selatan. Sebelumnya, program serupa telah hadir di Kelurahan Ujung Padang, Kelurahan Kampung Losung, dan Kelurahan Kayuombun. Kehadiran cabang keempat ini menjadi bukti komitmen yayasan dalam memperluas manfaat dan pelayanan bagi anak-anak yatim di berbagai wilayah.(Fazry)


