Sidimpuanpos.com – Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dibangun bukan hanya sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga simbol kebanggaan Indonesia yang menunjukkan kemampuan bangsa sejajar dengan negara lain.
Stadion ini menjadi saksi sejarah, termasuk saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games, sekaligus wadah pemersatu masyarakat.
Setiap atlet yang naik podium mewakili kerja keras dan pengorbanan besar, mulai dari latihan panjang hingga meninggalkan waktu bersama keluarga.
Baca Juga : Bupati Tapsel dan BPN Percepat Penyelesaian Konflik Lahan PT TPL
Mereka tidak berjuang sendiri, ada pelatih yang mendampingi dalam pembinaan fisik, teknik, dan strategi. Namun, perjalanan menuju prestasi sering dihadapkan pada keterbatasan sarana, pendanaan, dan tantangan non-teknis.
“Setiap tetes keringat atlet adalah bentuk cinta kepada bangsa dan daerah,” kata penggerak olahraga Padangsidimpuan, Syamsul Lubis, S.Pd., M.Pd., Rabu (17/9/2025).
Syamsul menekankan, pembinaan olahraga harus mendapat dukungan negara sesuai amanat UU Keolahragaan Nomor 11 Tahun 2022.
“Dalam pembinaan, dibutuhkan dukungan mulai dari pembinaan berjenjang, pemusatan latihan, peningkatan sarana prasarana, penyediaan peralatan standar internasional, hingga apresiasi berupa bonus untuk memotivasi atlet dan pelatih,” jelasnya.
Ia menyebut, bonus bagi atlet bukan sekadar materi, tetapi pengakuan atas pengorbanan mereka. Keberhasilan olahraga hanya dapat terwujud jika pemerintah, KONI, pengurus cabang olahraga, swasta, dan masyarakat bekerja sama.
“Dukungan multi-sektor inilah yang menjadi kunci untuk membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurutnya, Padangsidimpuan memiliki banyak talenta muda yang perlu dibina. Musyawarah Kota (Musorkot) KONI 2025–2029 menjadi momen penting untuk memilih pemimpin yang memiliki integritas dan visi jelas.
Lihat Juga : RTRW Padangsidimpuan 2025–2045 Segera Dibahas DPRD
“KONI baru harus hadir dengan semangat baru. Kita harus kembali mengumpulkan harapan dan menatap masa depan olahraga Padangsidimpuan,” tegas Syamsul.
Ia menambahkan, prestasi olahraga bukan sekadar kemenangan, tetapi juga soal harga diri daerah dan bangsa.
“Salam olahraga! Mari bersama membangun kejayaan olahraga demi nama baik Padangsidimpuan dan Indonesia,” tutupnya. (Samsul)


