Rabu, Oktober 14, 2026

Normalisasi Sungai Garoga Terus Dikebut Pascabanjir Bandang

Must Read

Sidimpuanpos.com – Deru alat berat tak henti terdengar di sepanjang aliran Sungai Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Sungai yang beberapa waktu lalu meluap dan membawa banjir bandang itu kini perlahan dinormalisasi, menjadi harapan baru bagi warga agar bencana serupa tidak terulang.

Hingga pertengahan Januari 2026, proses pelebaran sungai telah mencapai sekitar enam kilometer dari total target delapan kilometer, membentang dari hulu hingga hilir Sungai Garoga di wilayah Anggoli, Kabupaten Tapanuli Tengah. Pekerjaan ini terus dikebut sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabanjir bandang.

Normalisasi Sungai Garoga merupakan hasil kolaborasi antara PT Agincourt Resources (PTAR) dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum. Fokus utama pekerjaan diarahkan pada pelebaran alur sungai serta pengorekan sedimen yang selama ini menyebabkan pendangkalan dan meningkatkan risiko banjir susulan.

Baca Juga : KPP Pratama Padangsidimpuan Gelar Sosialisasi SPT Tahunan di Polres

Di beberapa titik sungai, lima unit excavator tampak bekerja silih berganti, mengangkat bebatuan besar yang terbawa arus banjir. Material tersebut tidak hanya disingkirkan, tetapi juga dimanfaatkan kembali untuk pembangunan Rumah Hunian Sementara (Huntara) dan Rumah Hunian Tetap (Huntap) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Senior Supervisor Operation TSF PTAR, April Nainggolan, mengatakan keterlibatan PTAR dalam kegiatan ini bersifat mendukung, terutama dalam penyediaan alat berat dan pengangkutan material.

“ Untuk teknis penentuan stabilitas aliran sungai sepenuhnya berada di bawah kewenangan Dinas PU Tapsel. PTAR bertugas membantu dengan menyiapkan alat berat, melakukan pekerjaan pelebaran sungai, serta mengangkut material bebatuan dari dasar sungai, ” ujar April saat ditemui di lokasi, Selasa (14/1/2026).

Menurut April, ribuan kubik material bebatuan yang sebelumnya mengendap di dasar sungai telah berhasil dikorek. Bebatuan tersebut kemudian digunakan untuk menunjang pembangunan hunian bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Batangtoru.

Pekerjaan normalisasi ini telah berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Pada tahap awal, PTAR menurunkan lima unit alat berat. Namun seiring berjalannya waktu, tiga unit tetap difokuskan pada normalisasi sungai, sementara dua unit lainnya dialihkan untuk menyiapkan lahan pembangunan Huntara dan Huntap.

Selain mengerjakan alur sungai, PTAR juga bekerja sama dengan Dinas Kehutanan setempat untuk mengumpulkan kayu-kayu gelondongan yang terbawa banjir dan tersangkut di sepanjang sungai maupun permukiman warga. Kayu-kayu tersebut sebelumnya menjadi ancaman tambahan bagi keselamatan warga.

Meski demikian, pekerjaan ini tidak selalu berjalan mulus. Hujan yang turun di wilayah hulu kerap memicu banjir susulan. Kondisi tersebut memaksa operator alat berat bersiaga, bahkan mengevakuasi alat demi menghindari risiko tenggelam dan menjaga keselamatan pekerja.

Lihat Juga : Harga Sayuran Melonjak, Cabai dan Bawang Justru Turun

“ Dalam kegiatan ini, PTAR juga mengerahkan sebanyak 10 personel yang terdiri dari lima operator alat berat, tiga pendamping, dan dua orang pengawas untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai prosedur dan aman, ” sebutnya.

Di tengah tantangan alam yang tak menentu, upaya normalisasi Sungai Garoga terus berlanjut, membawa harapan bagi warga Batangtoru untuk kembali hidup lebih tenang di bantaran sungai yang kini mulai tertata kembali.(Lely)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This