Rabu, Oktober 14, 2026

Pemprov Sumut Percepat 1.427 Huntara, Targetkan Zero Pengungsi

Must Read

Sidimpuanpos.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mempercepat penyelesaian hunian sementara (Huntara) guna mewujudkan target zero pengungsi pascabencana. Ribuan unit Huntara kini hampir rampung dan siap ditempati warga terdampak.

Sebanyak 1.427 unit Huntara sedang dalam proses percepatan pembangunan. Fasilitas tersebut dibangun di sejumlah lokasi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Basarin Yunus Tanjung menyebutkan, jumlah warga yang masih mengungsi saat ini tercatat 909 kepala keluarga (KK) atau 3.506 jiwa. Data tersebut disampaikan dalam temu pers yang digelar Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga : Sumut Peringkat 17 Terendah Angka Kemiskinan Nasional

Sejumlah Huntara sebelumnya telah dihuni masyarakat terdampak bencana, antara lain 186 unit di Lapangan Bola Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan; 118 unit di Dusun Aek Latong, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok; 40 unit di Adiankoting; 52 unit di Asrama Haji Pinangsori; 12 unit di Lahan Balerong Pasar Tukka; serta 90 unit di Lahan Rusunawa Pandan. Sementara itu, pembangunan Huntara di beberapa titik lainnya masih berlangsung.

“Dengan demikian penyediaan atau pembangunan selesai, semua akan tertampung di huntara, mudah-mudahan mereka lebaran bisa tinggal di huntara,” kata Basarin yang juga Ketua Harian Posko Tanggap Bencana Sumut.

Selain pembangunan Huntara, Pemprov Sumut telah menyalurkan bantuan pengganti sewa rumah kepada 313 KK. Bantuan tersebut diberikan sambil menunggu penyelesaian hunian tetap.

Pemprov Sumut masih menyiapkan bantuan serupa bagi warga lainnya. Skema bantuan sewa rumah awalnya bersumber dari Pemprov Sumut dan dilanjutkan melalui dana tunggu hunian selama tiga bulan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Warga yang kini menempati Huntara selanjutnya akan direlokasi ke hunian tetap yang sedang dibangun.

Di sisi lain, Pemprov Sumut telah merampungkan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Dalam dokumen tersebut, total kebutuhan anggaran program rehabilitasi dan rekonstruksi diperkirakan mencapai Rp30,5 triliun untuk periode 2026–2028.

Lihat Juga : Perjanjian Dagang RI–AS, SMSI Tunggu Keputusan Internal

Basarin menambahkan, hingga kini masih terdapat 40 orang yang dinyatakan hilang. Kendati pencarian masif telah dihentikan, upaya pencarian tetap akan dilakukan apabila ditemukan petunjuk baru.

“Total korban meninggal dunia tercatat 376 jiwa. Angka ini bertambah satu setelah ditemukan korban terbaru. Sementara itu, 40 orang masih dinyatakan hilang,” kata Basarin.(Ali)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This