Sidimpuanpos.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terus memperkuat langkah untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat melalui percepatan penanggulangan kemiskinan.
Komitmen itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Semester I Tahun 2026 yang dipimpin Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga di Aula Bappeda, Kompleks Perkantoran Pemkab Tapsel, Sipirok, Selasa (14/7/2026).
Rakor bertema “Bersinergi Mengurangi Kemiskinan Mewujudkan Tapsel Sejahtera dan Berkeadilan” tersebut dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, serta Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kabupaten Tapanuli Selatan.
Baca Juga : Bupati Tapsel Dorong Lahirnya Kepala Sekolah Berkualitas
Mewakili Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga menegaskan bahwa kemiskinan bukan hanya persoalan rendahnya pendapatan, tetapi juga berkaitan dengan akses pendidikan, kesehatan, pangan, infrastruktur, kondisi lingkungan, hingga kesempatan masyarakat untuk berkembang. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi seluruh pihak.
Ia mengajak perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam mempercepat pengentasan kemiskinan. Jafar juga menekankan pentingnya laporan yang objektif sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.
Menurutnya, angka kemiskinan di Tapanuli Selatan pada 2025 berhasil ditekan menjadi 6,16 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 8,25 persen maupun Provinsi Sumatera Utara sebesar 7,24 persen. Capaian tersebut turut mengantarkan Tapsel meraih Peringkat II Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 pada kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Percepatan Penurunan Stunting.
Meski demikian, ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak cepat berpuas diri. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menargetkan angka kemiskinan kembali turun menjadi 6,12 persen sesuai Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), meski masih menghadapi dampak sosial ekonomi pascabencana pada akhir 2025.
Lihat Juga : Harapan Baru Warga Simatohir, Pembangunan Huntap Dipercepat
Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Tapsel terus menjalankan berbagai program strategis, seperti pembangunan hunian tetap dan hunian sementara bagi warga terdampak bencana, Sekolah Rakyat, Program KUR Berkah berbunga nol persen, Gerakan Seribu Kolam, serta Gerakan Sepuluh Ribu Hektare Jagung guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah juga terus menguatkan tiga agenda utama, yakni perang melawan kemiskinan, perang melawan rentenir, dan perang melawan penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tapsel, Jajang Maman, menjelaskan rapat koordinasi tersebut bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program selama Semester I Tahun 2026 sekaligus menyusun strategi yang lebih efektif untuk semester berikutnya. Menurutnya, setiap kecamatan memiliki karakteristik kemiskinan yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Kepala BPS Tapanuli Selatan Frits Fahridws Damanik, Koordinator PKH Tapsel Anwar Affandi, Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Tapsel Nur Aini Dewi, serta Kepala Bidang SDM dan Sosial Budaya Bappeda Tapsel Mikra Adelina Siagian.(Galeh)


