Rabu, Oktober 14, 2026

Gus Irawan Ajak BKMT Batangtoru Jadikan Agama Benteng Keluarga

Must Read

Sidimpuanpos.com – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu mengajak Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) beserta seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama sebagai benteng ketahanan keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.

Ajakan tersebut disampaikan Gus Irawan saat menghadiri sekaligus memberikan bimbingan pada Pengajian Akbar Bulanan BKMT Kecamatan Batangtoru di Desa Perkebunan Sigala-gala, Kamis (20/8/2026). Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua TP PKK Tapsel Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, Ketua BKMT Tapsel Rosmayanti Ritonga, Forkopimcam Batangtoru, para kepala desa dan lurah, tokoh agama, Ketua MUI, pengurus dan anggota BKMT, perwakilan Baznas, serta masyarakat setempat.

Menurut Gus Irawan, pengajian BKMT bukan sekadar sarana peningkatan pemahaman keagamaan, melainkan juga ruang untuk memperkokoh ketahanan keluarga dan menumbuhkan kepedulian sosial.

“Saya selalu senang dan bahagia bersama ibu-ibu BKMT. Setiap ada kesempatan pengajian akbar, rasanya ingin selalu hadir,” ucapnya.

Baca Juga : Kantah Padangsidimpuan Fasilitasi Mediasi Sengketa Tanah di Wek III

Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut dan jangkauannya semakin meluas, termasuk mendorong keterlibatan kaum bapak agar pembinaan agama tak hanya menyasar kalangan ibu-ibu, melainkan menjadi gerakan bersama dalam keluarga. Menurutnya, tantangan zaman yang kian kompleks—terutama bagi anak-anak dan generasi muda—menuntut penguatan nilai agama agar keluarga memiliki daya tahan dari berbagai pengaruh negatif.

“Kalau seluruh kita, khususnya umat Islam, menjalankan agama Islam dengan baik, maka kehidupan kita sesama saudara muslim maupun dengan saudara kita yang lain akan terasa lebih nyaman,” katanya.

Ajak Perangi Narkoba, Rentenir, dan Kemiskinan

Pada kesempatan itu, Gus Irawan turut mengajak masyarakat Tapsel bahu-membahu melawan tiga persoalan yang dinilainya mendesak, yakni narkoba, rentenir, dan kemiskinan.

Terkait narkoba, ia meminta pencegahan dimulai dari lingkungan keluarga, dengan orang tua diharapkan lebih memberi perhatian dan pengawasan agar anak tidak mudah terjerumus. “Kalau setiap keluarga, setiap desa, tidak ada yang terlibat narkoba, maka sebetulnya Tapsel akan bebas narkoba,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi kinerja Polres Tapsel yang dinilai responsif menangani kriminalitas, sembari mengajak warga tak ragu melapor bila menemukan aktivitas narkoba atau gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

Soal rentenir, Gus Irawan menyoroti masih banyaknya warga yang terjerat pinjaman informal berbunga tinggi hingga menimbulkan persoalan baru dalam rumah tangga. Sebagai solusi, Pemkab Tapsel mendorong masyarakat beralih ke skema pembiayaan Bank Sumut dengan bunga sekitar 8 persen per tahun. “Kalau ada pinjaman di beberapa tempat, kita dorong untuk dikonsolidasikan sehingga bebannya menjadi lebih ringan. Ini bagian dari perang kita melawan rentenir,” jelasnya, seraya mengingatkan agar pembiayaan baru itu digunakan untuk melunasi utang lama, bukan menambah beban baru.

Sementara untuk kemiskinan, ia menyebut angkanya di Tapsel kini berada di kisaran 6,16 persen. “Harapan saya, di masa saya menjadi Bupati, mudah-mudahan kemiskinan ini bisa kita hapus,” ujarnya. Pengentasan kemiskinan, lanjutnya, membutuhkan kolaborasi lintas pihak—mulai dari Baznas, perbankan, hingga pemerintah desa—dengan bantuan yang diarahkan pada kegiatan produktif, bukan sekadar konsumtif.

Gus Irawan turut mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan, termasuk pekarangan dan lahan kosong, untuk kegiatan produktif. Ia mencontohkan keberhasilan penanaman jagung di lahan seluas dua hektare bekas terdampak banjir, yang mampu menghasilkan panen sekitar 5,5 ton per hektare dengan harga jual Rp6.500 per kilogram. “Kalau tidak punya lahan luas, pekarangan rumah atau lahan kosong juga bisa dimanfaatkan. Sayur-mayur pun bisa dikembangkan,” katanya.

Lihat Juga : Kejar Kepatuhan Pajak, Satpol PP-Bakeuda Sisir Pelaku Usaha Padangsidimpuan

Di akhir sambutannya, ia berharap BKMT terus tumbuh menjadi kekuatan masyarakat dalam membangun keluarga religius sekaligus menghadapi tantangan sosial-ekonomi. “Pengajian akbar ini harus terus kita jaga, kita pelihara, dan bahkan kita tumbuhkembangkan. Mudah-mudahan anggotanya dari waktu ke waktu semakin bertambah di setiap desa dan kecamatan,” pungkasnya.

Tausiah: Ajakan Peduli Anak Yatim

Dalam tausiahnya, Ustadz Ruslan Hasibuan mengajak jamaah memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui kepedulian terhadap anak yatim. Ia mengisahkan seorang anak yatim di masa Rasulullah SAW yang berduka atas kehilangan orang tuanya, sebagai pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa memberi perhatian, kasih sayang, dan perlindungan kepada anak yatim.

“Pengajian Akbar BKMT Kecamatan Batangtoru pun diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi mampu melahirkan gerakan sosial yang memberi dampak langsung bagi masyarakat,” pungkas Ustadz Ruslan Hasibuan.(Galeh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This