Rabu, Oktober 14, 2026

Bupati Gus Irawan Naik Motor Blusukan, Pantau Program Pemerintah di Desa

Must Read

sidimpuanpos.com – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu turun langsung ke sejumlah desa untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Pada hari kedua agenda kunjungan desa, Gus Irawan memilih menggunakan sepeda motor untuk menyusuri sejumlah wilayah di Kecamatan Sipirok, Arse dan Saipar Dolok Hole (SDH), Minggu (6/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Gus Irawan turut didampingi Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso, Sekda Tapsel H. Sofyan Adil Siregar serta sejumlah pimpinan OPD terkait.

Kegiatan turun langsung ke lapangan itu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program pemerintah tidak hanya terlihat dalam laporan administratif, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat.

Dengan mengendarai sepeda motor, rombongan mendatangi beberapa desa dan berdialog langsung dengan warga.

Baca Juga: Warga Apresiasi Kemudahan Pengurusan Sertifikat di Kantah Padangsidimpuan

Selain melihat kondisi wilayah, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk melihat potensi pertanian, perkebunan dan perikanan. Bupati sekaligus mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Bagi Gus Irawan, kunjungan ke desa bukan hanya kegiatan seremonial. Menurutnya, kehadiran pemerintah secara langsung diperlukan agar program yang direncanakan benar-benar menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“ Kita ingin melihat langsung, bukan hanya berdasarkan laporan. Apalagi kemampuan APBD kita terbatas, sehingga kita harus menentukan skala prioritas, ” ujar Gus Irawan dalam kunjungannya.

Salah satu program yang mendapat perhatian dalam kunjungan tersebut yakni pengembangan kopi Arabika melalui program hilirisasi.

Di Kecamatan Arse, Gus Irawan menyerahkan bantuan bibit kopi kepada sejumlah kelompok tani. Salah satunya Kelompok Tani Swakarsa di Desa Pinagar yang beranggotakan 22 orang.

Kelompok tani tersebut menerima bantuan bibit kopi Arabika untuk pengembangan lahan seluas 15 hektare.

Sementara itu, program pengembangan kopi di Kecamatan Arse mencakup sembilan kelompok tani dengan total areal sekitar 152 hektare.

Bantuan serupa juga diberikan kepada Kelompok Tani Sentosa Jaya di Desa Aek Haminjon. Pengembangan kopi Arabika dilakukan pada lahan seluas 15 hektare dengan 14 penerima. Kelompok tani tersebut juga mendapat dukungan biaya untuk pembuatan lubang tanam.

Sedangkan masyarakat Desa Nanggarjati memperoleh bantuan pengembangan kopi untuk lahan seluas 20 hektare.

Gus Irawan menegaskan, bantuan yang diberikan pemerintah tidak boleh hanya berhenti pada proses penyerahan bibit. Tanaman tersebut harus benar-benar ditanam, dirawat dan mendapat pendampingan hingga menghasilkan.

“ Bibit yang diberikan harus ditanam dan dirawat. Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) juga harus ikut mengawal dan memastikan perkembangannya, ” tegasnya.

Gus Irawan menyebutkan, tahun ini Kabupaten Tapsel mendapat alokasi pengembangan kopi sekitar 600 hektare. Kecamatan Sipirok dan Arse menjadi salah satu kawasan yang dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas tersebut.

Ia berharap wilayah Sipirok, Arse dan sekitarnya nantinya dapat berkembang menjadi sentra produksi kopi dan jagung.

Menurut Gus Irawan, pengembangan kopi juga perlu diikuti dengan peningkatan nilai tambah serta perluasan pasar. Ia berharap kopi Sipirok nantinya memiliki identitas tersendiri dan mampu masuk ke pasar ekspor.

“ Kita ingin nantinya kopi Sipirok keluar dengan nama dan identitasnya sendiri, bahkan bisa langsung diekspor, ” katanya.

Selain kopi, Bupati juga mendorong petani menerapkan pola tanam terintegrasi antara kopi dan jagung. Hal tersebut dinilai penting karena tanaman kopi membutuhkan waktu sekitar dua tahun sebelum mulai menghasilkan.

Selama menunggu kopi berbuah, lahan dapat dimanfaatkan untuk menanam jagung yang masa panennya sekitar empat bulan.

“ Kalau kopi baru berbuah sekitar dua tahun, maka selama menunggu bisa ditanam jagung. Jagung bisa dipanen sekitar empat bulan, ” jelasnya.

Menurutnya, pola tanam tersebut diharapkan dapat membantu menjaga pendapatan petani selama masa tunggu sekaligus memperkuat perekonomian keluarga.

Gus Irawan menegaskan bahwa keberhasilan program pertanian bukan hanya dilihat dari luas lahan maupun jumlah produksi. Lebih dari itu, dampak program terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi hal yang utama.

“ Yang paling penting bagaimana kesejahteraan meningkat dan anak-anak kita bisa sekolah tinggi sehingga masa depan mereka lebih baik, ” ujarnya.

Lihat Juga: DPRD Padangsidimpuan Terima dan Bahas Rancangan KUA-PPAS APBD 2027

Tidak hanya sektor pertanian dan perkebunan, Bupati Tapsel juga melihat kondisi sektor perikanan dalam kunjungan tersebut.

Di Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse, Pemkab Tapsel menyerahkan sekaligus melakukan restocking sebanyak 2.500 ekor benih ikan yang terdiri dari ikan jurung, tawes dan mas.

Restocking tersebut dilakukan setelah sebelumnya terjadi banjir dan longsor yang membawa material tanah dan pasir ke aliran sungai. Kondisi itu menyebabkan banyak ikan di sungai mati.

Bupati berharap penebaran kembali benih ikan dapat membantu menghidupkan fungsi sungai sebagai kawasan lubuk larangan sekaligus menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat.

“ Ini mudah-mudahan menghidupkan kembali lubuk larangan sekaligus menyemangati masyarakat untuk menjaga sungai dan lingkungan, ” katanya.

Ia juga meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan.

” Saya meminta masyarakat menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan, ” terangnya.

Dalam kunjungannya ke sejumlah desa, Gus Irawan turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.

Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi lingkungan yang kering dapat membuat api mudah menyebar dan sulit dikendalikan.

“ Jangan membuka lahan dengan membakar. Kalau ada alat pertanian, gunakan alat tersebut. Jangan sampai api kecil kemudian tidak terkendali, ” tegasnya.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Gus Irawan mengatakan, bersama Kapolres Tapsel, kegiatan turun ke desa akan terus dilakukan secara berkala. Hal itu untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus memantau perkembangan program yang telah diberikan.

“ Kita akan turun lagi. Saya ingin melihat yang sudah kita bagikan itu benar-benar ditanam, dirawat dan berkembang, ” katanya.

Menurutnya, pemerintah perlu mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Dengan demikian, kebijakan yang dibuat di tingkat kabupaten diharapkan dapat lebih tepat sasaran.

Gus Irawan optimistis pengembangan sektor pertanian, perkebunan, perikanan serta pemberdayaan masyarakat dapat menjadi kekuatan baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Tapsel.

“ Kalau program ini berhasil, kepercayaan pemerintah pusat kepada Tapsel juga akan semakin kuat. Ketika kita dipercaya, peluang untuk mendapatkan program pengembangan berikutnya akan semakin besar, ” pungkasnya. (Wan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This