Sidimpuanpos.com – Ratusan jamaah menghadiri pengajian akbar BKMT Batang Toru, Jumat (14/11/2025), yang sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan penyampaian arahan pembangunan oleh Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Gus Irawan Pasaribu, serta tokoh masyarakat Sumut, H. Syahrul M. Pasaribu.
Bupati Gus Irawan memohon doa menjelang keberangkatannya ke Jakarta untuk mengikuti penilaian nasional program Pemkab Tapsel.
Program ketahanan pangan “1.000 Kolam” menjadikan Tapsel satu-satunya wakil Sumatera dalam penilaian SDG’s.
“Saya tidak mengharapkan piala atau penghargaan. Namun, pengakuan nasional ini akan mempermudah Tapsel dalam mengajukan program pembangunan ke pusat,” ujar Gus Irawan.
Baca Juga : Gus Irawan: PLTA Batang Toru Motor Ekonomi Tapsel
Ia menambahkan, keberhasilan program SDG’s akan memperlancar pengusulan irigasi sebagai pendukung budidaya ikan.
Bupati memaparkan bahwa Tapsel menghadapi penurunan dana transfer. Tahun ini berkurang Rp113,5 miliar dan tahun depan diperkirakan turun lagi Rp254 miliar, akibat perubahan mekanisme pengelolaan anggaran.
“Dulu, anggaran dari pusat masuk ke APBD… Sekarang, sebagian program daerah dikelola langsung oleh pemerintah pusat. Bapak Presiden Prabowo ingin dana tersebut langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG),” jelasnya.
Meski transfer menurun, ia meyakini program MBG akan menggerakkan ekonomi. Dengan sasaran 91.000 penerima, perputaran ekonomi MBG diperkirakan mencapai Rp1,4 miliar per hari.
“Dengan kedua program itu saja, sudah ada lebih dari Rp650 miliar uang yang akan berputar di Tapsel. Jadi, saya tidak khawatir soal pembangunan,” tegas Bupati.
Ia menerangkan kebutuhan dapur MBG harus dipenuhi dari daerah. Setiap dapur mengolah 3.000–4.000 porsi, termasuk kebutuhan 3.000 telur per dapur.
“Ironisnya… sebagian besar telur di Tapsel berasal dari luar daerah. Hanya sekitar 15 persen yang dihasilkan di Tapsel. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk memulai beternak ayam petelur atau pedaging,” imbuhnya.
Sebelumnya, Bupati melakukan sosialisasi terkait PLTA Simarboru. Dalam pengajian BKMT, ia kembali meminta dukungan percepatan operasional PLTA Simarboru.
“Alhamdulillah, saya juga ikut mengawal investasi ini… agar PLTA bisa menghasilkan energi listrik,” tuturnya.
PLTA dijadwalkan beroperasi akhir 2025, lebih cepat dari target. Uji coba dilakukan akhir bulan ini dengan menggenangi bendungan di Sipirok sebanyak 18 juta meter kubik dalam delapan jam. Setelah uji coba tiga pekan, PLTA mulai memproduksi listrik.
“Itu baru satu turbin… Ditargetkan pada Maret 2026, seluruh turbin sudah berputar. Artinya, pada tahun 2027, kita bisa berharap keuangan daerah Tapsel akan lebih baik karena ada dana bagi hasil,” sebut Bupati.
Ia menegaskan pentingnya sosialisasi dan sistem peringatan dini banjir. “35 meter dari bendungan sudah dipasang alat untuk mendeteksi debit air… Dengan investasi ini, Tapsel sudah dilirik dunia karena bisa menghasilkan energi bersih,” tambahnya.
Bupati juga menyoroti rapor digitalisasi dan nilai SAKIP Tapsel yang masih CC. Ia menargetkan peningkatan ke B atau A. Ia sekaligus mengundang masyarakat hadir dalam tabligh akbar HUT Tapsel ke-75.
“Kemarin sudah dihadirkan Ustad Ucay… Nanti, di tabligh akbar kita juga akan hadirkan Ustad Ucay lagi,” tandasnya.
Tokoh masyarakat Sumut, Syahrul M. Pasaribu, meminta BKMT terus diperkuat dan mengapresiasi percepatan PLTA Simarboru.
“Empat kali tertunda… Berkat kerja keras Gus Irawan selama enam bulan, PLTA Simarboru dapat mulai beroperasi akhir tahun ini,” ujarnya.
Lihat Juga : Pendampingan Reforma Agraria Angkat Ekonomi Hargorejo
Syahrul juga mendorong percepatan proyek energi lainnya seperti PLTA Siborpa Aek Bilah dan PLTP Sipirok.
“Paradigma pembangunan yang berubah harus dicermati… Uang yang dikelola pemerintah daerah memang berkurang, tetapi perputaran uang sebenarnya tidak berkurang,” pungkasnya.
Acara turut dihadiri Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tapsel, pihak perkebunan Hapesong, kepala desa dan lurah se-Kecamatan Batang Toru, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. (Adi)


