Sidimpuanpos.com – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu memperkenalkan varietas padi baru, Gama Gora, saat Safari Ramadan 1447 H Pemkab Tapsel di Masjid Baiturrahman, Desa Janji Manaon, Kecamatan Batang Angkola, Senin (9/3/2026).
Varietas tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi sekaligus membantu menutupi sekitar 3 ribu hektare sawah yang gagal panen akibat bencana pada akhir November 2025.
Dalam penjelasannya, Gus Irawan menyebutkan bahwa nama Gama Gora memiliki arti khusus.
Baca Juga : Sekdako Tanjung Balai Terima Audiensi Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, Tumbuhan Sumut
“Sedangkan ‘Gora’ merupakan singkatan dari gogo rancah, yakni hasil persilangan antara padi gogo darat dengan padi air,” ujarnya.
Menurutnya, varietas ini cocok ditanam pada lahan sawah dengan debit air terbatas atau tidak tergenang penuh.
Ia juga menjelaskan bahwa bibit padi tersebut merupakan bantuan dari Bank Indonesia (BI). Pemkab Tapsel bahkan telah mengusulkan penangkaran benih di daerah tersebut karena ketersediaannya masih terbatas.
“Varietas ini merupakan bantuan dari BI. Kita juga sudah meminta agar ada penangkaran Gama Gora di Tapsel, karena memang cukup sulit mendapatkan bibitnya,” katanya.
Bupati menambahkan, varietas tersebut sebelumnya telah diuji coba melalui demplot di Tatengger dengan hasil yang cukup memuaskan. Produksi padi mencapai sekitar 9,6 ton per hektare dengan masa panen relatif cepat.
“Hasil demplot kita di Tatengger mencapai 9,6 ton per hektare. Selain itu, 80 hari sudah bisa dipanen dan kualitas nasinya juga enak,” jelasnya.
Saat ini, Pemkab Tapsel kembali melakukan uji coba di Kecamatan Sayurmatinggi dan Tano Tombangan Angkola untuk melihat kesesuaian varietas tersebut dengan kondisi lahan setempat.
Bupati juga menyarankan petani menanam Gama Gora pada musim kemarau atau saat debit air irigasi menurun sehingga intensitas tanam dapat ditingkatkan.
“Kalau dalam setahun sawah kita biasanya hanya dua kali tanam, maka saat air sedang tidak ada kita bisa menanam Gama Gora. Jadi memungkinkan tiga kali tanam dalam setahun,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa bencana pada akhir November 2025 berdampak besar terhadap sektor pertanian di Tapsel, termasuk sekitar 3 ribu hektare sawah yang tidak dapat berproduksi.
Akibatnya, daerah tersebut diperkirakan kehilangan sekitar 16.500 ton produksi padi.
Lihat Juga : Mahyaruddin Salim Buka Turnamen Futsal Antar Instansi dan Pelajar
“Pada triwulan ketiga tahun lalu pertumbuhan ekonomi kita masih sekitar 5,2 persen. Namun di triwulan terakhir turun menjadi 2,39 persen. Salah satu penyebabnya adalah hilangnya produksi padi akibat 3 ribu hektare sawah yang terdampak bencana,” katanya.
Dalam kegiatan Safari Ramadan itu, Bupati juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat, di antaranya bantuan Baznas kepada 13 mustahik, zakat fitrah kepada 35 penerima, serta bantuan ambal salat.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekda Tapsel Sofyan Adil Siregar, Ketua TP PKK Tapsel Murni Gus Irawan Pasaribu, Ketua Baznas Tapsel Jon Sujani Pasaribu, pimpinan OPD, kelompok tani, serta masyarakat setempat.(Galeh)


