Sidimpuanpos.com – Pemulihan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) pascabencana banjir dan tanah longsor tidak hanya dilakukan melalui langkah-langkah teknis, tetapi juga diperkuat dengan doa dan kebersamaan masyarakat.
Hal itu tercermin dalam Pengajian Akbar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) yang dirangkai dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Lingkungan IV, Kelurahan Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Rabu (14/1/2026).
Dalam suasana religius tersebut, Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga bersama tokoh pembangunan Tapsel sekaligus mantan Bupati dua periode, H. Syahrul M. Pasaribu, menyampaikan doa bagi Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu agar senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan kecerdasan dalam memimpin daerah yang tengah berjuang bangkit pascabencana banjir dan longsor 25 November 2025 lalu.
Baca Juga : 48 Sepeda Motor dan 12 Mobil Dilelang Pemko Padangsidimpuan
Doa itu mencerminkan beratnya tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam memulihkan kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur di hampir seluruh wilayah Tapsel. Bencana yang melanda secara luas telah meninggalkan dampak serius, mulai dari rusaknya permukiman hingga terputusnya aktivitas masyarakat.
Dalam sambutannya, H. Syahrul M. Pasaribu menyinggung peran strategis BKMT yang dibentuk pada 2011 saat dirinya menjabat Bupati. Ia menilai BKMT telah berkembang menjadi wadah penting penguatan nilai keagamaan sekaligus ruang silaturahmi antara masyarakat dan pemerintah di 15 kecamatan se-Kabupaten Tapsel.
“Pengajian ini memiliki dua fungsi utama, pertama meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui majelis taklim, dan kedua menjadi sarana silaturahmi agar masyarakat dan pemerintah saling memahami,” ujar Syahrul.
Syahrul juga mengulas besarnya dampak bencana yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Angkola Barat. Namun, menurutnya, kondisi terparah terjadi di Kecamatan Batang Toru, seperti di Desa Hutagodang, Garoga, Aek Ngadol, dan Tamansari, di mana ratusan rumah warga rusak bahkan hanyut terbawa banjir.
Ia menekankan bahwa pemulihan Tapsel tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat dan membutuhkan sumber daya besar.
“Untuk memulihkan kondisi seperti semula, saya perkirakan dibutuhkan waktu dua hingga tiga tahun dengan anggaran triliunan rupiah. Tanggung jawab bupati dan wakil bupati sangat berat, sehingga kita semua wajib mendoakan agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan pikiran yang jernih dalam upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Selatan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga memaparkan skala bencana yang meluas hampir ke seluruh wilayah Tapsel. Dari 15 kecamatan, sebanyak 14 kecamatan terdampak, kecuali Kecamatan Aek Bilah. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut kepemimpinan yang sigap dan kerja tanpa kenal waktu.
Ia menegaskan bahwa sejak hari-hari awal bencana, Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu menunjukkan komitmen tinggi dalam penanganan darurat.
“Pada minggu pertama pascabanjir, Bupati langsung turun ke lokasi terdampak. Kami sering pulang hingga jam 03.00 dini hari. Saya menyaksikan langsung semangat beliau dalam mengendalikan situasi saat bencana melanda Tapsel,” ungkap Wabup.
Memasuki tahun 2026, Jafar Syahbuddin menjelaskan bahwa Kabupaten Tapsel kini berada pada masa transisi penanganan bencana yang berlangsung dari 1 Januari hingga 31 Maret 2026. Fokus pemerintah daerah saat ini adalah memastikan warga terdampak dapat segera keluar dari pengungsian.
“Saya bersama Pak Bupati menargetkan sebelum Hari Raya Idulfitri, sekitar 12 ribu lebih warga Tapsel tidak lagi tinggal di pengungsian. Untuk itu kami mohon doanya untuk bisa segera bangkit bersama masyarakat,” ajak Wabup.
Lihat Juga : Normalisasi Sungai Garoga Terus Dikebut Pascabanjir Bandang
Ia menyatakan optimisme bahwa Tapsel mampu pulih lebih cepat dengan dukungan semua pihak.
“Doakan Bupati agar tetap sehat. Saya tahu betul semangat dan niat Bapak Gus Irawan Pasaribu dalam membangun Tapsel. Dengan kebersamaan, saya yakin Tapsel bisa bangkit dan pulih kembali,” tutupnya.
Pengajian akbar tersebut diisi tausiyah oleh Ustadz Herman dan dihadiri Kepala Dinas Perindustrian Tapsel, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Sekretaris Dinas Kesehatan, Ketua BKMT Tapsel, Camat Angkola Barat, Sekcam, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat se-Kecamatan Angkola Barat.(Lely)


