Kamis, Oktober 15, 2026

Pemkab Padang Lawas Peringati Harlah Pancasila 2025, Perkokoh Ideologi Pancasila

Must Read

Sidimpuanpos.com – Bupati Padang Lawas, Putra Mahkota Alam Hasibuan, diwakili oleh Wakil Bupati Kabupaten Padang Lawas, H. Achmad Fauzan Nasution, S.H.I., M.Pd.I, bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam rangka peringatan Hari Jadi Pancasila tahun 2025 yang dilaksanakan di Lapangan Kantor Bupati Padang Lawas, Senin (02/06/2025)

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Padang Lawas menyampaikan amanat dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Yudian Wahyudi. Ia menekankan bahwa pada hari ini, 1 Juni 2025, kita kembali merayakan momen yang sangat signifikan dalam sejarah bangsa Indonesia, yaitu hari lahir Pancasila. Hari ini bukan hanya sekadar mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga memperkuat kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi bagi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dokumen sejarah atau teks normatif yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Ia merupakan esensi dari identitas bangsa, pedoman dalam kehidupan bersama, serta menjadi panduan dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Baca Juga : Upacara Harlah Pancasila di Padangsidimpuan Berlangsung Khidmat, Ini Amanat BPIP

Dalam upaya memperkuat ideologi Pancasila, kami mengajak seluruh masyarakat untuk merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Ia menyatukan lebih dari 270 juta individu yang berasal dari berbagai latar belakang suku, agama, ras, budaya, dan bahasa yang berbeda.

Melalui Pancasila, kita diajarkan bahwa keberagaman bukanlah faktor pemecah belah, melainkan sumber kekuatan untuk bersatu. Setiap sila, dari yang pertama hingga yang kelima, mengandung prinsip-prinsip yang memandu kita dalam membangun bangsa dengan semangat gotong-royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Dalam kerangka pembangunan nasional saat ini, pemerintah telah menetapkan delapan agenda prioritas yang dikenal sebagai asta cita, yang bertujuan untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Salah satu aspek yang paling mendasar dalam asta cita tersebut adalah penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Pertama, dalam ranah pendidikan, penting untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak usia dini, tidak hanya melalui kurikulum formal, tetapi juga dalam praktik sehari-hari. Sekolah dan universitas seharusnya berfungsi sebagai wadah untuk melahirkan generasi yang memiliki kecerdasan intelektual, ketahanan karakter, dan integritas moral yang tinggi.

Kedua, dalam konteks pemerintahan dan birokrasi, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam bentuk pelayanan publik yang adil, transparan, dan berpihak kepada masyarakat. Setiap kebijakan dan program yang diimplementasikan harus mencerminkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial, bukan sekadar memenuhi kepentingan kelompok tertentu.


Ketiga, dalam konteks ekonomi, penting untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya dirasakan oleh segelintir individu, melainkan menjadi manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia. Keadilan sosial, yang tercantum dalam sila kelima, harus menjadi fokus utama. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi kerakyatan, serta koperasi perlu terus diberdayakan agar tidak ada warga yang tertinggal dalam proses kemajuan bangsa.

Keempat, dalam ranah digital, kita perlu membangun kesadaran kolektif bahwa dunia maya bukanlah ruang yang bebas dari nilai-nilai. Etika, toleransi, dan saling menghargai harus tetap ditegakkan. Pancasila seharusnya menjadi pedoman dalam berinteraksi di media sosial maupun platform digital lainnya. Mari kita bersama-sama melawan hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi, dengan meningkatkan literasi digital dan semangat gotong-royong.

Lihat Juga : Wabup Tapsel : Pancasila Harus Diimplementasikan Dalam Kehidupan Secara Nyata


BPIP, sebagai lembaga yang memiliki tanggung jawab dalam membina dan memperkuat ideologi Pancasila, terus berkomitmen untuk melaksanakan berbagai program strategis. Program-program tersebut mencakup pembinaan ideologi di lingkungan pendidikan, pelatihan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan aparat negara, penguatan kurikulum Pancasila, serta kolaborasi lintas sektor untuk mengintegrasikan Pancasila ke dalam berbagai lapisan masyarakat. Tujuan dari inisiatif ini adalah agar Pancasila tidak hanya dihafalkan, melainkan juga dihayati dan diterapkan dalam tindakan nyata.

Namun, pelaksanaan tugas ini tidak dapat dilakukan secara mandiri. Seluruh elemen bangsa, mulai dari pusat hingga daerah, termasuk pejabat, masyarakat, tokoh agama, dan pemuda, memiliki peran penting sebagai pelaku utama dalam pembumian Pancasila, seperti yang dinyatakan.(Ali)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This