sidimpuanpos.com – Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Jafar Syahbuddin Ritonga, menghadiri Pengajian Akbar Bulanan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Sipirok yang digelar di Desa Sibadoar, Kecamatan Sipirok, pada Selasa (2/6/2026).
Selain mempererat silaturahmi, kehadiran Wakil Bupati dalam acara yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan ini juga bertujuan untuk meresmikan renovasi Masjid Al-Muttaqin.
Kegiatan rutin ini dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel sebagai wadah strategis untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus menyampaikan berbagai program pembangunan dan pemulihan daerah pascabencana besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir tahun lalu.
Baca Juga : Rayakan HUT Kota, PAPPRI Padangsidimpuan akan Gelar Festival Lagu Daerah dan Malam Tembang Kenangan
Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga menyampaikan salam hangat sekaligus permohonan maaf dari Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, yang berhalangan hadir secara langsung.
Melalui kesempatan tersebut, Wabup menegaskan komitmen penuh Pemkab Tapsel untuk mempercepat pemulihan daerah pascabencana yang telah berdampak signifikan pada 14 dari 15 kecamatan di Tapsel.
​”Dampak bencana yang terjadi sangat luar biasa. Sekitar 3.000 hektare lebih lahan persawahan mengalami kerusakan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terus mendorong gerakan pertanian agar masyarakat kembali produktif dan mampu mengejar ketertinggalan akibat bencana,” ujar Wabup.
Sebagai langkah konkret pemulihan ekonomi warga, Pemkab Tapsel telah mencanangkan program pengembangan sektor pertanian.
Salah satu program unggulan yang dihadirkan adalah Gerakan Tanam Seribu Hektare Jagung. Program ini didukung penuh oleh fasilitas Kredit Usaha Layak Berkah (KUR Berkah) dari Bank Sumut, yang menawarkan bunga nol persen hingga akhir tahun 2026.
Wabup menjelaskan bahwa program stimulus ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah daerah kepada masyarakat.
Lihat Juga : Pembangunan Koperasi Merah Putih Sadabuan Capai 90 Persen
Tujuannya agar para petani tidak lagi terjebak dan bergantung pada pinjaman berbunga tinggi dari lembaga keuangan informal atau rentenir.
“Kami ingin masyarakat memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang sehat dan produktif.
Tanah yang selama ini menganggur harus dimanfaatkan untuk pertanian.
Jagung saat ini memiliki prospek yang sangat baik dan menjadi salah satu komoditas andalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(Dani)
Sumber : prokopimkabtapsel


