Rabu, Oktober 14, 2026

PPASN Bahas Solusi Tantangan Fiskal Tapsel 2026

Must Read

Sidimpuanpos.com – Perhimpunan Purnabakti Aparatur Sipil Negara (PPASN) Kabupaten Tapanuli Selatan bersama Pembina H. Syahrul M. Pasaribu menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka HUT ke-75 Tapsel tahun 2025 di aula Natama Hotel, Padangsidimpuan, Minggu (23/11/2025).

Kegiatan ini diikuti para mantan pejabat eselon Pemkab Tapsel, termasuk Ketua PPASN Drs. H. Marasaud, mantan Kadis Kesehatan, Penasehat PPASN Saulian Sabbih, Ir. Syahrir, serta sejumlah purnabakti lainnya seperti Hamdan Nasution, Bismar Muaratua, Syamsul Bahri, Nurdin Pane, dan Solihuddin.

Diskusi difokuskan pada analisis tantangan fiskal 2026 serta rekomendasi strategis untuk Pemerintah Kabupaten Tapsel. Salah satu isu utama adalah penurunan transfer pusat sebesar Rp113,5 miliar pada 2025 dan kembali turun Rp254 miliar di 2026.

Baca Juga : Ribuan Pelari Ramaikan Fun Run 5K–10K HUT Tapsel ke-75

Saulian Sabbih menyampaikan bahwa APBD 2026 diperkirakan setara APBD 2018, sekitar Rp1,3 triliun, namun dengan komposisi berbeda, terutama pada belanja pegawai.

“Jika tahun 2018 belanja pegawai Rp460 miliar, maka tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp700 miliar. Kenaikan lebih dari Rp200 miliar ini akibat tidak selektifnya pengangkatan PPPK pada pemerintahan sebelumnya yang nyaris mencapai 3.500 orang,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut akan menghambat percepatan pembangunan seperti pada masa kepemimpinan Syahrul M. Pasaribu. “Ruang fiskal semakin sempit, transfer ke daerah berkurang, belanja pegawai naik. Ini yang harus kita carikan solusinya,” tambahnya.

Ketua PPASN, H. Marasaud, menilai Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu perlu mengambil langkah strategis meski tidak populer, selama tetap sesuai regulasi. Ia mengusulkan penggabungan beberapa OPD yang memiliki tupoksi serupa serta efisiensi terukur termasuk penyesuaian TPP agar pembangunan tidak tersendat.

PPASN juga menyoroti keberlanjutan program Gerakan 1.000 Kolam—program yang mengantarkan Tapsel meraih predikat Kabupaten/Kota Terbaik-1 Indonesia’s SDGs Action Awards 2025. Ir. Bismar, Ir. Hamdan, dan Ir. Syahrir optimistis program ini berjalan berkelanjutan jika selaras dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Harus ada pendampingan manajemen dari pemerintah daerah, mulai dari hulu hingga hilir. Dengan perbaikan SDM dan keterlibatan masyarakat luas, program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi Bupati Gus Irawan punya cita-cita Tapsel swasembada ikan,” ujar mereka.

Pembina PPASN, Syahrul M. Pasaribu, mengakui tantangan ruang fiskal yang kian terbatas. Ia menjelaskan bahwa pendapatan daerah turun dari Rp1,5 triliun tahun 2019 menjadi sekitar Rp1,3 triliun pada 2026 karena perubahan paradigma pembangunan.

“Perputaran uang di masyarakat sebenarnya tidak berkurang, hanya saja sebagian pembangunan kini langsung dikelola pusat,” ujarnya.

Lihat Juga : Syahrul M Pasaribu Tegaskan UKW Penting Perkuat Kepercayaan Publik

Ia menyebut beberapa program pusat yang berjalan di Tapsel, seperti MBG, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, serta program irigasi melalui Tugas Perbantuan BWSS. “Semuanya harus berjalan dan tidak boleh berhenti karena muaranya juga untuk rakyat,” tuturnya.

Menutup diskusi, PPASN menyampaikan apresiasi kepada Bupati Gus Irawan atas dorongannya dalam mempercepat operasional PLTA Sipirok–Marancar–Batangtoru (Simarboru) berkapasitas 510 MW. Satu dari empat turbin dikabarkan mulai berfungsi akhir tahun ini, lebih cepat dari target awal akhir 2026. (Adi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This