Sidimpuanpos.com, MEDAN – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin pesat menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan tinggi. Mahasiswa tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan intelektual, digital dan spiritual.
Hal tersebut disampaikan Rektor Institut Kesehatan Helvetia (IKH), Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si., saat membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Mahasiswa Baru (PKMB) IKH Tahun Akademik 2026/2027 di Kampus 2 IKH, Jalan Gedung Arca, kawasan Teladan, Medan.
Sekitar 1.300 mahasiswa baru mengikuti kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut. Para mahasiswa berasal dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat, serta Fakultas Farmasi dan Kesehatan dengan berbagai program studi, di antaranya Kedokteran Umum, Kedokteran Gigi, Keperawatan dan Kebidanan.
Baca Juga: KONI Tapsel Siapkan 54 Atlet untuk Porprovsu 2026, Targetkan 10 Medali Emas
Dalam arahannya, Ismail menyampaikan bahwa mahasiswa baru memasuki dunia perguruan tinggi di tengah perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Kehadiran AI kini telah memengaruhi berbagai aktivitas manusia, mulai dari proses belajar, pekerjaan, komunikasi hingga penyelesaian masalah.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, ia memperkenalkan konsep 3C Alfalah, yakni Cerdas Intelektual, Cerdas Digital dan Cerdas Spiritual sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi perkembangan zaman.
Menurut Ismail, kecerdasan intelektual dapat dibangun melalui keseriusan dalam belajar dan pencapaian akademik. Ia bahkan mendorong mahasiswa baru untuk menjaga prestasi dengan menargetkan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,25.
Sementara kecerdasan digital diperlukan agar mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna atau konsumen teknologi. Mahasiswa diharapkan mampu menguasai berbagai perangkat digital, AI tools, desain komunikasi hingga keterampilan berbicara di depan publik.
Namun, kemampuan intelektual dan digital tersebut, kata Ismail, harus tetap diimbangi dengan kecerdasan spiritual.
“Sepintar apa pun tanpa shalat dan adab, ilmu tidak berkah,” pesan Rektor IKH tersebut kepada mahasiswa baru.
Selain kemampuan akademik dan teknologi, mahasiswa juga diminta aktif membangun pengalaman selama berada di kampus. Ismail mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola “KUPU-KUPU” atau kuliah-pulang-kuliah-pulang.
Menurutnya, lingkungan kampus harus dimanfaatkan untuk mengembangkan kepemimpinan, memperluas jejaring, membangun kerja sama serta mengikuti berbagai organisasi dan kegiatan kemahasiswaan.
Lihat Juga: PKKMB IKH Ditutup Meriah, Rektor dan Yayasan Ikut Bergembira Bersama 1.300 Mahasiswa dan Aldi Taher
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan lingkungan akademik IKH yang saat ini memiliki dua kampus. Kampus pertama berada di Jalan Sumarsono, sementara Kampus 2 terletak di Jalan Gedung Arca, Teladan, Medan.
Kampus 2 IKH tersebut masih dalam tahap penyelesaian akhir pembangunan dan dipersiapkan menjadi lingkungan pendidikan yang lebih luas serta representatif untuk mendukung kegiatan akademik maupun kemahasiswaan.
Pembukaan PKMB turut dihadiri para dekan, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, civitas akademika, pengelola yayasan serta sejumlah tokoh pendidikan.
Selama kegiatan, mahasiswa baru tidak hanya mendapatkan pengenalan mengenai kampus dan program internal IKH. Mereka juga memperoleh berbagai materi, seperti wawasan kebangsaan, ketahanan bangsa, penyuluhan antinarkoba serta pembekalan mengenai kehidupan di lingkungan perguruan tinggi.
Rangkaian PKMB IKH Tahun Akademik 2026/2027 dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Pada acara penutupan, panitia juga menyiapkan hiburan dengan menghadirkan artis dari Ibu Kota.
Bagi IKH, pelaksanaan PKMB menjadi langkah awal untuk memperkenalkan kehidupan kampus sekaligus membentuk mahasiswa yang mampu mengikuti perkembangan teknologi. Di sisi lain, mahasiswa tetap diharapkan memiliki adab, karakter dan tanggung jawab sosial dalam menjalani kehidupan akademik. (Galeh)


