Rabu, Oktober 14, 2026

Sengketa Warisan Berujung Maut, Kakak Tewas di Tangan Adik di Tapsel

Must Read

Sidimpuanpos.com – Sebuah tragedi menyayat hati mengguncang Desa Pinagar, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan. Hubungan darah antara dua saudara kandung berakhir tragis, setelah seorang kakak tewas diduga dianiaya oleh adiknya sendiri, buntut dari perselisihan soal harta warisan.

Korban, SS (58), seorang petani yang dikenal warga setempat, ditemukan tak bernyawa di area perkebunan Silaia pada Rabu malam (4/8/2026). Tubuhnya dipenuhi luka serius, memicu kecurigaan warga yang segera melapor ke pihak berwajib.

Aparat kepolisian yang menerima laporan bergegas menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari penyisiran di sekitar TKP, tim penyidik mengumpulkan sejumlah barang bukti, di antaranya dua bilah parang, sebuah sekop, cangkul, tas sandang, pakaian yang diduga dikenakan pelaku, hingga sarung pisau.

Baca Juga : Musyawarah ke-1 SMSI Kepulauan Nias: Yonimasari Hulu Terpilih Aklamasi

Hasil pemeriksaan medis di RSUD Sipirok mengungkap luka pada wajah korban, tepatnya di pipi kiri bagian bawah mata, serta sayatan dalam sekitar dua sentimeter yang membentang dari rahang hingga daun telinga.

Kapolres Tapsel, AKBP Anton Santoso, melalui Kasat Reskrim Iptu BD. Sitorus, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi Rabu (5/8/2026). Menurutnya, penyelidikan awal mengarah pada GS (53), adik kandung korban, yang kemudian berhasil diamankan petugas di sebuah pondok milik warga tak jauh dari lokasi kejadian.

Dugaan sementara, motif di balik penganiayaan ini bersumber dari konflik pembagian harta warisan antar-saudara. Meski begitu, kepolisian menegaskan belum mengambil kesimpulan akhir, karena proses penyelidikan masih terus berjalan.

“Hingga kini, penyidik masih terus memeriksa tersangka dan sejumlah saksi untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian,” ujar Iptu BD. Sitorus.

Lihat Juga : Kecamatan Arse Jadi Sentra Baru Gerakan 10.000 Hektare Jagung Tapsel

Ia menambahkan, pihaknya juga tengah mendalami kemungkinan adanya motif lain yang turut melatarbelakangi peristiwa tersebut.

“Saat ini, kami masih melanjutkan penyidikan untuk melengkapi alat bukti, memeriksa saksi-saksi, serta memastikan seluruh rangkaian peristiwa sebelum proses hukum dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.(Galeh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This