Kamis, Oktober 15, 2026

Medan Ekstrem Tak Halangi Bupati Tapsel Kunjungi Korban Bencana

Must Read

Sidimpuanpos.com – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir dan longsor di Dusun Lobu Uhom, Desa Panobasan, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapsel, Minggu (28/12/2025).

Kunjungan tersebut dilakukan meski harus menempuh medan ekstrem akibat akses jalan rusak parah, berlumpur, dan berbatu.

Untuk mencapai lokasi yang terisolasi pascabencana, Bupati bersama rombongan menggunakan sepeda motor trail. Perjalanan memakan waktu berjam-jam karena kondisi jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Baca Juga : Bupati dan Kapolres Tapsel Dampingi Gubernur Sumut Tinjau Lokasi Bencana

Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Sofyan Adil, Kepala Desa Panobasan Lombang Nungan Nauli Harahap, serta Kepala Desa Simatohir Juniadi.

Setibanya di Dusun Lobu Uhom, Bupati meninjau rumah warga, fasilitas umum, serta lahan pertanian yang terdampak bencana. Ia juga berdialog dengan masyarakat untuk mendengarkan langsung keluhan dan kebutuhan mendesak pascabanjir dan longsor yang terjadi dua kali dalam kurun waktu tiga minggu terakhir.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Irawan meminta warga Dusun Lobu Uhom bersedia direlokasi ke lokasi yang lebih aman karena kawasan permukiman dinilai tidak lagi layak dihuni.

“Sebulan terakhir, wilayah ini sudah dua kali dilanda bencana banjir bandang dan longsor yakni terjadi pada 25 November dan kembali terulang pada 26 Desember 2025 lalu,” ujar Gus Irawan.

Ia menjelaskan, pada bencana 25 November, longsoran sempat mengenai bangunan sekolah dan sejumlah rumah warga. Sementara pada 26 Desember, banjir bandang kembali melanda dengan longsoran yang lebih besar.

“Bencana susulan yang kedua pada 26 Desember menyebabkan jumlah warga yang harus mengungsi semakin bertambah dan harus diungsikan dari dusun ini ke desa tetangga, yakni Desa Simatohir, sebanyak 157 kepala keluarga (KK),” terangnya.

Gus Irawan menambahkan, sejak awal pemerintah daerah telah memperkirakan Dusun Lobu Uhom tidak lagi aman untuk dihuni, bahkan sebelum dilakukan kajian oleh Badan Geologi.

“Dari awal kami sebetulnya melihat kondisi di sini juga, sebelum pun datang badan geologi, sudah memperkirakan memang tidak lagi aman untuk dihuni. Dengan kejadian kemarin, meski tidak ada korban jiwa, masyarakat kita trauma untuk tinggal lagi di dusun ini sehingga kita minta untuk direlokasi 157 KK,” jelasnya.

Menurut Gus Irawan, lokasi terdekat yang direncanakan untuk relokasi warga berada di Dusun Aek Rambangan, Desa Simatohir. Pemerintah daerah juga berencana mengajukan relokasi untuk dua dusun sekaligus.

“Pemerintah juga berencana mengajukan relokasi untuk dua dusun sekaligus, yakni Dusun Lobu Uhom dan Dusun Aek Rambangan,” tuturnya.

Lihat Juga : Honda Beat Dicuri di Simarsayang, Pelaku Ditangkap Polisi

Sementara itu, Kepala Desa Panobasan Lombang Nungan Nauli Harahap mengapresiasi kehadiran Bupati Tapsel dan rombongan yang tetap datang meski harus melewati medan berat.

“Perjalanan yang berat tidak menghalangi Bupati Tapsel untuk bertemu warga kami. Ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah kepada masyarakat desa terpencil,” katanya.(Adi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This