Sidimpuanpos.com – Pasca banjir yang melanda Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, PT Agincourt Resources (PTAR) bersama TNI dan pemerintah daerah melakukan normalisasi Sungai Garoga, Sabtu (27/12/2025).
Normalisasi dilakukan untuk mempercepat penanganan pascabencana sekaligus mengurangi potensi banjir susulan. Pekerjaan difokuskan pada titik-titik aliran sungai yang mengalami kerusakan paling parah dan rawan menimbulkan luapan air.
Kegiatan meliputi pengerukan dasar sungai, penataan bantaran, serta pelebaran alur Sungai Garoga. Material lumpur, bebatuan, dan kayu yang terbawa arus banjir dibersihkan menggunakan sejumlah alat berat, seperti excavator, bulldozer, wheel loader, dan crane. Sebanyak 15 personel dikerahkan dan bekerja secara bergantian siang dan malam.
Baca Juga : Pasar Murah Paluta Jual 500 Paket Sembako Harga Terjangkau
Senior Supervisor Operation TSF PTAR, April Nainggolan, menjelaskan bahwa normalisasi diawali dengan pembagian debit air Sungai Garoga ke dua aliran utama.
“Dalam proses normalisasi Sungai Garoga ini, PTAR bekerja sama dengan TNI dan pemerintah daerah mengawalinya dengan cara membagi debit air aliran Sungai Garoga 1 dan Garoga 2, masing-masing ke aliran Sungai Garoga 1 sebesar 40 persen dan Sungai Garoga 2 sebesar 60 persen,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah pembagian aliran dilakukan, jalur Sungai Garoga 3 diblokir sementara untuk memudahkan pembersihan material kayu yang menumpuk dan menghambat aliran air.
“Setelah tumpukan kayu disingkirkan, dilanjutkan dengan proses memblok jalur Sungai Garoga 3 agar pembangunan jembatan Bailey yang dilakukan TNI bisa secepatnya selesai untuk kelancaran arus lalu lintas,” terangnya.
Lihat Juga : Siapa Paling Layak Jadi Sekda Padangsidimpuan? Enam Pejabat Adu Rekam Jejak
Pekerjaan normalisasi juga dilakukan hingga ke hulu sungai dengan membagi aliran Sungai Garoga 1 dan Garoga 2 agar proses pelebaran sungai berjalan lancar.
Normalisasi mencakup pembangunan tanggul sepanjang sekitar 8.000 meter dengan lebar rata-rata 20 meter di Sungai Garoga 2 dan 15 meter di Sungai Garoga 1.
“Diharapkan, dengan normalisasi tersebut, aliran Sungai Garoga kembali lancar dan mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi. Masyarakat di sekitar bantaran sungai pun diimbau untuk tetap waspada serta turut menjaga kebersihan sungai agar upaya normalisasi yang dilakukan dapat memberikan manfaat jangka panjang,” tutupnya. (Adi)


