Kamis, Oktober 15, 2026

Bendungan Batu Tunggal Kembali Mengalir, Petani Tapsel Kini Bisa Kembali Garap Sawah

Must Read

Sidimpuanpos.com – Kabar baik bagi para petani di Kelurahan Batangtura Sirumambe, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Bendungan Batu Tunggal yang sempat mengalami kerusakan kini kembali berfungsi dan mengalirkan air ke areal persawahan masyarakat.

Bendungan tersebut kembali dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tapsel Tahun Anggaran 2026 dengan biaya sekitar Rp1,2 miliar.

Peresmian Bendungan Batu Tunggal dilakukan langsung oleh Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, Jumat (25/9/2026), yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur.

Kembali berfungsinya bendungan ini membuat air kembali mengalir ke areal persawahan masyarakat yang sebelumnya terdampak kerusakan bendungan pada 2024.

Baca Juga: Polres Asahan Musnahkan 4,8 Kg Sabu dan 268 Ekstasi dari Kasus Jaringan Malaysia

Kegiatan peresmian diawali dengan tepung tawar atau menyantan adat Tapsel sebagai simbol doa dan harapan agar bendungan tersebut dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat.

Bupati Gus Irawan mengatakan, pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan anggaran harus dilakukan secara selektif dengan mengutamakan fasilitas yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kalaupun kita membangun infrastruktur, prioritasnya adalah infrastruktur yang mendukung sektor pertanian,” ujar Gus Irawan.

Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu perhatian penting pemerintah daerah, terutama dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pemerintah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi, kebutuhan dan potensi masyarakat di desa maupun kelurahan.

“Jangan sampai pembangunan yang kita lakukan tidak menyentuh kebutuhan masyarakat. Kita harus melihat langsung apa yang dibutuhkan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pertanian dan penguatan ekonomi,” katanya.

Gus Irawan menegaskan, pembangunan kembali Bendungan Batu Tunggal bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan upaya pemerintah dalam memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tapsel Fahri Ananda melalui Kepala Bidang terkait, Arlan Pasaribu, menjelaskan pembangunan bendungan mulai dikerjakan pada awal Agustus 2026 dan rampung pada 14 September 2026.

Pembangunan tersebut menelan anggaran sekitar Rp1,2 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Tapsel Tahun Anggaran 2026.

Setelah kembali berfungsi, Bendungan Batu Tunggal diharapkan mampu mendukung pengairan areal persawahan masyarakat seluas lebih dari 200 hektare di kawasan Batangtura Sirumambe dan sekitarnya.

Lihat Juga: Kebakaran Dini Hari Hanguskan 9 Rumah di Padangsidimpuan, 1 Warga Meninggal

“Dengan kembali berfungsinya Bendungan Batu Tunggal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel berharap aktivitas pertanian masyarakat dapat berjalan lebih optimal, produktivitas lahan meningkat dan ketersediaan air untuk persawahan semakin terjamin,” terangnya.

Bagi petani, berfungsinya kembali bendungan tersebut menjadi kabar baik. Selama bendungan mengalami kerusakan, pasokan air ke persawahan warga terganggu dan turut memengaruhi aktivitas pertanian.

Salah seorang warga Kelurahan Batangtura Sirumambe, Paringgonan Siregar, mengapresiasi pembangunan kembali bendungan tersebut.

“Terima kasih kepada Bupati Tapsel, dengan dibangunnya kembali bendungan ini, sawah kami sekarang sudah bisa dialiri air,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Tapsel Armen Sanusi Harahap yang mewakili masyarakat Batangtura Sirumambe. Ia menyampaikan rasa syukur atas kembali berfungsinya infrastruktur pengairan yang dibutuhkan para petani.

Selain peresmian bendungan, kegiatan juga dirangkaikan dengan pelepasan benih ikan untuk program lubuk larangan. Sebanyak 1.500 ekor ikan dilepas, terdiri dari 200 ekor ikan jurung, 500 ekor ikan tawes dan 800 ekor ikan nila.

Bupati Gus Irawan juga mengajak masyarakat menjaga bendungan serta ekosistem perairan di sekitarnya. Ia mengingatkan agar infrastruktur yang telah dibangun dengan anggaran daerah tersebut dirawat bersama.

“Jangan hanya dibangun, tetapi harus dirawat dengan baik sehingga manfaatnya bisa maksimal untuk masyarakat dan sektor pertanian,” pesannya.

Masyarakat turut menggelar syukuran dengan memotong seekor lembu sebagai wujud rasa syukur atas rampungnya pembangunan Bendungan Batu Tunggal.

Tokoh masyarakat Adam Siregar mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum syukuran sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

“Kita bersyukur karena bendungan ini kembali berfungsi. Sekaligus hari ini kita menyaksikan pengisian ikan untuk lubuk larangan,” katanya. (Wan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

186 Kades di Musi Rawas Ikuti Workshop, Pengelolaan Dana Desa Ditekankan Harus Akuntabel

Sidimpuanpos.com, MUSI RAWAS – Sebanyak 186 kepala desa (kades) se-Kabupaten Musi Rawas mengikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This